Ijazah saja tidak cukup. Setidaknya pesan kuat itu mengawali opening ceremony sertifikasi kompetensi SMK Muhammadiyah 3 (Mutia) Ngoro di Cordoba Ballroom Exhibition Center, Selasa (6/10).
SEKOLAH yang dikenal sebagai SMK Mutia ini menegaskan, di era sekarang yang dibutuhkan industri adalah bukti kompeten berlogo Garuda BNSP, bukan sekadar tanda lulus sekolah.
Kepala SMK Mutia Ngoro Ednan Rudianto menegaskan, pihaknya tidak ingin hanya mengejar serapan kerja sesaat setelah lulus. ”Kebutuhan siswa adalah 15 tahun setelah keluar dari sekolah ini, bukan 2 bulan setelah mendapat ijazah. Profesi dan pekerjaan yang digeluti harus bisa sustain,” tegas Ednan.
Ia lantas menyoroti realitas ketenagakerjaan di Mojokerto. Sebab, hampir 60 hingga 70 persen karyawan perusahaan diambil dari luar daerah seperti Ngawi, Pasuruan, Pacitan, dan Magetan. Dengan demikian, lulusan lokal masih cenderung pilih-pilih pekerjaan.
”Tujuan SMK Mutia tidak hanya membuat anak diterima bekerja, tetapi juga dipertahankan di tempat bekerja. Sertifikat akan memudahkan diterima, tetapi etika di tempat bekerja membuat dipertahankan,” imbuhnya. Ednan menyebut, sertifikasi bantuan dari Direktorat SMK ini berlaku 3 tahun setelah tamat dan mengusung tema Di Tangan Presisi Masa Depan Pasti. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto