Gladi Bersih Tuntas, Jamin Kesiapan SMA/SMK Se-Mojokerto
MOJOKERTO RAYA - Tinggal menghitung hari, pelaksanaan utama Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) jenjang SMA sederajat tahun 2026 akan digelar mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Sebagai pematangan, gladi bersih skala nasional baru saja dituntaskan dengan melibatkan penyelenggara dari tingkat pusat hingga satuan pendidikan, Senin (5/10).
Gladi bersih ini merupakan tahapan lanjutan setelah simulasi. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada pelaksana di semua tingkatan. Mulai dari penyelenggara tingkat pusat, pelaksana tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan dan peserta didik untuk melakukan pra pelaksanaan sebelum hari H.
Untuk peserta yang berhalangan pada jadwal utama, pemerintah juga telah menyiapkan jadwal susulan yang akan digelar pada 16 sampai dengan 29 November 2026.
Kasi PMA-PKLK Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Imron Rosadi menyebutkan, gladi bersih menjadi indikator penting kesiapan di daerah. ’’Gladi bersih kemarin adalah simulasi utuh. Kami cek kesiapan sekolah, mulai dari infrastruktur, server, jaringan, hingga kesiapan proktor dan teknisi. Di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, secara umum semua satuan pendidikan siap dan berjalan lancar,’’ ujar Imron, Senin (5/10).
Imron menyatakan, untuk wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, gladi bersih berjalan lancar. Semua SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta sudah memenuhi kesiapan dari sisi infrastruktur, perangkat komputer, jaringan internet, maupun kesiapan proktor dan teknisi di masing-masing lembaga.
Menurutnya, persiapan tidak hanya soal teknis. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, kantor Kemenag, serta perguruan tinggi negeri sebagai mitra pelaksana di lapangan. ’’Kami sudah petakan sekolah-sekolah yang perlu penguatan sinyal dan kami siapkan langkah antisipasi. Koordinasi dengan pemda dan semua pemangku kepentingan terus kami lakukan agar pada pelaksanaan utama nanti tidak ada kendala,’’ imbuhnya.
Imron juga menitipkan pesan kepada siswa dan wali murid agar tidak cemas berlebihan menyikapi TKA. Ia menegaskan sesuai arahan Kemendikdasmen, TKA bukan menjadi penentu kelulusan. ’’TKA ini bukan penentu kelulusan dan tidak menggantikan penilaian di sekolah.
Melainkan, untuk memotret capaian kemampuan akademik siswa, melihat kesiapan mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya, sekaligus sebagai data kami untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Mojokerto,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto