2026 menjadi tahun produktif bagi SMAN 2 Mojokerto. Lembaga pendidikan negeri tersebut berhasil meraih 67 prestasi sekaligus untuk kategori akademik dan nonakademik. Dengan komposisi 25 prestasi tingkat kota atau kabupaten, 36 prestasi tingkat provinsi, dan 6 prestasi tingkat nasional. Dari total prestasi tersebut, 60 prestasi berasal dari jalur nonakademik dan 7 prestasi dari jalur akademik.
KEPALA SMAN 2 Mojokerto Abdul Salam mengaku bangga dengan capaian tersebut. ”Alhamdulillah, 67 prestasi ini adalah bukti nyata SMAN 2 Mojokerto adalah sekolahnya para juara. Kami sangat bersyukur karena pembinaan yang kami lakukan secara seimbang antara akademik dan nonakademik membuahkan hasil yang luar biasa tahun ini,” ujarnya, Senin (28/9).
Menurutnya, dominasi prestasi di tingkat provinsi menjadi indikator kuat daya saing SMAN 2 Mojokerto di Jawa Timur. ”Sebanyak 36 prestasi di tingkat provinsi atau 53,7 persen dari total capaian itu menunjukkan bahwa kita tidak hanya jago kandang di Mojokerto, tapi sudah mampu bersaing di level Jawa Timur. Ini modal penting,” imbuhnya.
Ia merinci, di tingkat daerah, SMAN 2 Mojokerto meraih 24 prestasi nonakademik dari Pasbramada, basket, pencak silat, dayung, Gus dan Yuk, FLS3N, Paskot, serta 1 prestasi akademik dari OSN Geografi.
Sementara di tingkat provinsi, 35 prestasi nonakademik diraih dari voli, futsal (hattrick) juara 1, basket, renang artistik, Pasbramada Galaksi yang memborong 8 piala, muaythai, dan tari. Sedangkan untuk akademik ada 1 prestasi dari BIG SMK Jatim Cup (BSJC) 2026.
Di tingkat nasional, SMAN 2 Mojokerto menembus 6 prestasi, yakni 5 akademik berupa silver medal esai ilmiah nasional, juara 1 Olimpiade Sosiologi, dan juara 1 bahasa Inggris, serta 1 nonakademik dari Liga Kalteng FC.
Salam menegaskan, meski nonakademik masih mendominasi, namun pihaknya akan terus mendorong keseimbangan. ”Jujur, 60 nonakademik dan 7 akademik ini menjadi catatan evaluasi bagi kami. Nonakademik kita sudah sangat hidup. Sekarang PR (pekerjaan rumah) kita adalah bagaimana menggenjot yang akademik agar tahun depan bisa lebih banyak lagi yang tembus nasional,” terangnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah akan terus memperkuat dukungan melalui program pembinaan intensif dan pemberian apresiasi bagi siswa berprestasi agar ekosistem juara terus terjaga.
”Harapan saya, 67 piala ini bukan akhir, tapi langkah awal. Saya ingin tradisi juara ini menjadi budaya dan motivasi bagi adik-adik kelas X dan XI untuk melanjutkan estafet prestasi,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto