DUA gagasan cemerlang tentang ekonomi regional mengantarkan siswa SMAN 1 Bangsal naik podium juara pada kompetisi esai ekonomi tingkat nasional di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Tidak tanggung-tanggung, dua tim sekaligus sukses memborong gelar juara.
Prestasi membanggakan ini ditorehkan pada ajang National Economic Essay Competition 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM, Sabtu (19/9) lalu. Kompetisi bergengsi tersebut diikuti ratusan tim pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dengan mengusung isu-isu strategis pembangunan ekonomi.
SMAN 1 Bangsal mengirimkan dua tim terbaiknya dan keduanya berhasil menembus prestasi membanggakan. Tim Duopoly beranggotakan Alvika Dias Aprillia (kelas XII-5) dan Berliana Indri Wardhani (kelas XII-5) tampil gemilang dengan meraih juara 2 kategori Best Industrial & Regional Development Essay. Esai mereka dinilai dewan juri memiliki analisis tajam dan solusi inovatif terkait pengembangan industri dan potensi ekonomi daerah.
Kepala SMAN 1 Bangsal Siti Arofah mengaku bangga sekaligus bersyukur atas pencapaian anak didiknya yang mampu bersaing di tingkat nasional. ”Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur. Prestasi ini membuktikan siswa SMAN 1 Bangsal tidak hanya unggul di akademik, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, riset, dan gagasan kritis tentang isu ekonomi regional yang sangat relevan dengan kondisi saat ini,’’ terangnya, Minggu (28/9).
Tak kalah membanggakan, Tim Narizy beranggotakan Nazwa Nailatul Khabsah (kelas XII-7) dan Arimby Natasya Ayu (kelas XII-7) juga sukses meraih juara Harapan 1 di kategori yang sama. Capaian ini meneguhkan dominasi SMAN 1 Bangsal dalam kompetisi yang menguji kemampuan berpikir kritis dan literasi ekonomi tersebut. ’’Ini adalah hasil kerja keras siswa, ketekunan guru pembimbing, dan dukungan penuh dari orang tua,” ujar Arofah.
Menurutnya, proses menuju juara tidaklah diraih dengan instan. Sebelumnya, kedua tim telah melakukan persiapan selama berminggu-minggu. Mulai dari riset data, diskusi dengan pembina, hingga penyusunan argumen yang komprehensif.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter dan nalar kritis di SMAN 1 Bangsal berjalan dengan baik. Arofah menyatakan, SMAN 1 Bangsal memang mendorong siswa untuk tidak hanya belajar di dalam kelas. Akan tetapi, juga memfasilitasi para siswa untuk mengikuti kompetisi-kompetisi di luar. Dengan harapan, para siswa terbiasa berpikir kritis, berani berpendapat, dan percaya diri.
”Semoga prestasi ini menjadi motivasi dan pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama sekolah maupun Kabupaten Mojokerto,” tandasnya. Dengan raihan dua piala sekaligus ini, SMAN 1 Bangsal kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga mencetak generasi muda yang kritis, solutif, dan berdaya saing nasional. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto