Untuk Petakan Keterserapan Lulusan, Ditarget Tuntas Akhir Oktober
MOJOKERTO RAYA - Pendataan tracer study alumni SMK tamatan tahun 2025 di Kabupaten dan Kota Mojokerto terus dilakukan. Pendataan yang menjadi tolok ukur keterserapan lulusan SMK di dunia kerja tersebut ditargetkan tuntas pada akhir Oktober mendatang.
Berdasarkan data progres Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, capaian Kota Mojokerto hampir sempurna. Dari total 1.992 alumni SMK tahun 2025 yang tersebar di 9 SMK negeri dan swasta, sebanyak 1.991 alumni telah mengisi tracer study atau setara dengan 99,95 persen.
Sedangkan untuk Kabupaten Mojokerto, progresnya masih di angka 86,08 persen. Dari 60 SMK dengan total 7.901 alumni, sebanyak 6.801 alumni telah melakukan pengisian. Sedangkan sisanya sekitar 1.100 alumni belum terdata.
Kasi Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Eko Heri Prihartono menyatakan, pihaknya terus mendorong sekolah untuk menuntaskan pendataan sebelum deadline.
”Untuk Kota Mojokerto alhamdulillah sudah hampir 100 persen, tinggal satu anak lagi. Untuk Kabupaten Mojokerto masih 86,08 persen, masih kita kejar. Target kita sesuai instruksi provinsi tuntas 31 Oktober nanti,” ungkap Eko.
Dia menjelaskan, pendataan tracer study ini bukan sekadar formalitas. Data ini sangat penting untuk memetakan keberadaan alumni setelah lulus, apakah sudah bekerja, melanjutkan kuliah, atau berwirausaha.
Data tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi dinas pendidikan untuk menilai relevansi kurikulum SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). ”Lewat tracer study kita bisa tahu, lulusan kita ini berapa persen yang sudah bekerja sesuai kompetensinya, berapa yang belum. Ini jadi rapor bagi SMK juga,” jelasnya.
Menurutnya, kendala utama pendataan di Kabupaten Mojokerto karena jumlah SMK dan alumni yang jauh lebih banyak dibanding kota. Selain itu, banyak alumni yang memilih merantau bekerja di luar daerah sehingga sulit untuk dihubungi.
”Anak-anak kan banyak yang langsung kerja di Surabaya, Gresik, bahkan luar Jawa. Tapi, kami sudah instruksikan kepada semua kepala SMK, wali kelas, dan tim BK untuk terus menghubungi lewat grup WhatsApp (WA) alumni, telepon langsung, sampai mendatangi rumah kalau perlu,” tambahnya.
Ia optimistis dengan sisa waktu sekitar tiga minggu lagi, pendataan di 69 SMK se-Mojokerto Raya tuntas 100 persen. Eko juga mengimbau kepada alumni SMK tahun 2025 yang belum mengisi untuk segera menghubungi sekolah asal. ”Kami harap kerja samanya dari para alumni. Pengisiannya cepat, karena tracer ini ke depannya jadi kebaikan sekolah dan adik kelasnya,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto