INGIN menanamkan kerinduan ke Tanah Suci sejak dini, SD Islam Plus Arrosyiid Kota Mojokerto menggelar manasik haji untuk seluruh guru dan siswa kelas 1 sampai 6 di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Mojokerto, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, pekan lalu.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keceriaan ini diikuti ratusan siswa dengan mengenakan pakaian ihram, sebagai bentuk pembelajaran kontekstual tentang rukun Islam kelima agar lebih mudah dipahami dan membekas di ingatan anak.
Kepala SD Islam Plus Arrosyiid Yani Wiyati mengatakan, kegiatan ini merupakan program rutin sekolah yang digelar setiap dua tahun sekali. Tujuannya, agar siswa tidak hanya memahami teori manasik haji di kelas, namun bisa mempraktikkannya secara langsung.
”Kegiatan manasik haji guru dan siswa kelas 1 sampai 6 di IPHI Kabupaten Mojokerto di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Ini program sekolahan kami dua tahun sekali,” ujar Yani.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan siswa dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian manasik. Mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf mengelilingi kakbah, sai, hingga lempar jumrah yang dikemas dengan metode menyenangkan. ”Kami ingin anak-anak merasakan langsung praktik ibadah haji untuk menumbuhkan kerinduan ke baitullah sejak kecil,’’ papar dia.
Sementara itu, Ketua Yayasan LSPI Arrosyiid Soelistyo Pribadi menambahkan, pihaknya selalu memberikan dukungan penuh terhadap setiap program positif yang dijalankan SD Islam Plus Arrosyiid.
”Kami dari Yayasan LSPI Arrosyiid selalu mendukung program SD Islam Plus Arrosyiid. Manasik haji ini adalah program yang sangat baik untuk membentuk karakter religius dan menjadi investasi spiritual bagi anak-anak kita di masa depan,” ulasnya.
Ia berharap, pengalaman manasik haji ini dapat menjadi bekal keimanan bagi para siswa dan memotivasi mereka untuk kelak dapat menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya ke Tanah Suci, Makkah. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto