Sasar Anak Putus Sekolah, Anjal, dan Kurang Mampu
KOTA – Sekolah Rakyat (SR) di Kota Mojokerto ditarget mampu menampung hingga 1.080 siswa. Mereka meliputi anak-anak yang putus sekolah, anak jalanan (anjal), hingga berasal dari keluarga kurang mampu.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, keberadaan SR tidak akan mengurangi jatah siswa di sekolah yang sudah ada. Pasalnya, SR memiliki sasaran peserta didik yang berbeda.
Secara khusus, lanjutnya, SR menyasar anak-anak yang membutuhkan intervensi pendidikan. ”Sasaran Sekolah Rakyat adalah anak putus sekolah, anak jalanan, dan anak dari keluarga yang masuk Desil 1 dan 2. Jadi tidak mengurangi jatah siswa pada sekolah yang sudah ada,” jelas Ning Ita, sapaan karib wali kota.
Ia menerangkan, berdasarkan hasil pendataan, sedikitnya terdapat 1.080 anak yang termasuk kategori tersebut. Merekalah yang nantinya akan diprioritaskan untuk mendapatkan pendidikan di SR. ”Sementara ini target sasaran calon siswa SR sebanyak 1.080 anak. Untuk jumlah rombel (rombongan belajar) nanti akan disesuaikan dengan luas lahan dan jumlah sasaran tersebut,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ning Ita menyatakan, pemkot telah menyiapkan lahan seluas 45.754 meter persegi atau lebih dari 4,5 hektare untuk pembangunan SR di Kota Mojokerto. Lahan tersebut terletak di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.
Penyediaan lahan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mewujudkan program nasional itu. Ning Ita berharap Kota Mojokerto menjadi salah satu lokus program pembangunan SR tahap III yang saat ini tengah direncanakan pemerintah pusat.
”Kami berharap adanya SR dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang menjadi sasaran, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Mojokerto,” ujarnya saat audiensi dengan Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico di Jakarta, Kamis (17/9). Kemensos berperan sebagai operator SR, sedangkan pembangunan sekolah dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto