PERILAKU Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ingin ditanamkan sebagai karakter permanen warga MAN Kota Mojokerto. Tak hanya teori, seluruh siswa dan guru kini dilarang pakai plastik dan styrofoam serta wajib merawat tanaman masing-masing.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler bertema ecoteologi yang wajib dilaksanakan mulai 14 hingga 21 September 2025 sesuai arahan Kementerian Agama RI kepada setiap satuan pendidikan. Kepala MAN Kota Mojokerto, Abd. Salam mengatakan, program ini bertujuan memberikan pembelajaran kepada anak-anak untuk merawat lingkungan dan bersahabat dengan lingkungan.
’’Di antaranya adalah bagaimana kita memberi pembelajaran kepada anak untuk bisa merawat lingkungan dan bersahabat dengan lingkungan, seperti menanam setiap anak satu tanaman. Seluruh warga MAN Kota Mojokerto bertanggung jawab untuk menanam dan merawat tanaman,’’ ujarnya.
Salam berharap, melalui kegiatan kokurikuler ini, PHBS benar-benar tertanam menjadi karakter seluruh warga MAN Kota Mojokerto dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di luar lingkungan madrasah.
Ia menambahkan, program ecoteologi ini juga menjadi bagian dari proses MAN Kota Mojokerto menuju Sekolah Adiwiyata Nasional. Saat ini pihaknya telah mengunggah seluruh dokumen persyaratan dan tinggal menunggu pengumuman. ’’Intinya bukan dilihatnya tetapi bagaimana menanamkan karakter PHBS itu bisa tertanam di semua warga MAN Kota Mojokerto,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto