MAN Kota Mojokerto Wujudkan Karakter PHBS lewat Kokurikuler Ecoteologi 

Indah Oceananda • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 15:55 WIB

 

DEKLARASI: Kepala MAN Kota Mojokerto Abd. Salam membubuhkan cap tangan sebagai simbol komitmen 19 poin deklarasi Madrasah Sehat dan Bebas Sampah. (Indah/JPRM)
DEKLARASI: Kepala MAN Kota Mojokerto Abd. Salam membubuhkan cap tangan sebagai simbol komitmen 19 poin deklarasi Madrasah Sehat dan Bebas Sampah. (Indah/JPRM)

PERILAKU Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ingin ditanamkan sebagai karakter permanen warga MAN Kota Mojokerto. Tak hanya teori, seluruh siswa dan guru kini dilarang pakai plastik dan styrofoam serta wajib merawat tanaman masing-masing.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler bertema ecoteologi yang wajib dilaksanakan mulai 14 hingga 21 September 2025 sesuai arahan Kementerian Agama RI kepada setiap satuan pendidikan. Kepala MAN Kota Mojokerto, Abd. Salam mengatakan, program ini bertujuan memberikan pembelajaran kepada anak-anak untuk merawat lingkungan dan bersahabat dengan lingkungan.

’’Di antaranya adalah bagaimana kita memberi pembelajaran kepada anak untuk bisa merawat lingkungan dan bersahabat dengan lingkungan, seperti menanam setiap anak satu tanaman. Seluruh warga MAN Kota Mojokerto bertanggung jawab untuk menanam dan merawat tanaman,’’ ujarnya.

KREATIF: Siswa MAN Kota Mojokerto menunjukkan kreasi taman vertikal dari botol plastik bekas yang dimanfaatkan sebagai pot tanaman.
KREATIF: Siswa MAN Kota Mojokerto menunjukkan kreasi taman vertikal dari botol plastik bekas yang dimanfaatkan sebagai pot tanaman.
Selain gerakan menanam, MAN Kota Mojokerto juga mendeklarasikan untuk meminimalisir sampah plastik dan styrofoam di lingkungan madrasah. Mulai Senin (21/9) besok, seluruh warga madrasah dilarang menggunakan kemasan plastik sekali pakai. ’’Iya betul, dimulai Senin (21/9) kita meminimalkan penggunaan kemasan plastik atau styrofoam. Setiap warga MAN diwajibkan membawa tumbler,’’ tegasnya.

Salam berharap, melalui kegiatan kokurikuler ini, PHBS benar-benar tertanam menjadi karakter seluruh warga MAN Kota Mojokerto dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di luar lingkungan madrasah.

DAUR ULANG: Siswa MAN Kota Mojokerto menghias mading bertema ecotologi dengan bahan-bahan daur ulang pada rangkaian kegiatan kokurikuler.
DAUR ULANG: Siswa MAN Kota Mojokerto menghias mading bertema ecoteologi dengan bahan-bahan daur ulang pada rangkaian kegiatan kokurikuler
’’Harapannya perilaku hidup bersih dan sehat itu benar-benar sudah tertanam menjadi karakter daripada warga MAN Kota Mojokerto. Ini akan secara kontinu dan bisa diterapkan di lingkungan rumahnya atau kampungnya sebagai kegiatan atau perilaku hidup biasa,’’ harapnya.

Ia menambahkan, program ecoteologi ini juga menjadi bagian dari proses MAN Kota Mojokerto menuju Sekolah Adiwiyata Nasional. Saat ini pihaknya telah mengunggah seluruh dokumen persyaratan dan tinggal menunggu pengumuman. ’’Intinya bukan dilihatnya tetapi bagaimana menanamkan karakter PHBS itu bisa tertanam di semua warga MAN Kota Mojokerto,’’ pungkasnya. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
karakter PHBS kokurikuler ecotologi man kota mojokerto