Dispendik Kabupaten Kejar Akreditasi Minimal B
KABUPATEN - Upaya pemerataan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Mojokerto belum tuntas sepenuhnya. Sebab, dari PAUD yang ada, masih ada sekitar sepuluh lembaga yang belum terakreditasi karena merupakan lembaga baru.
Capaian akreditasi yang hampir sempurna itu diungkap Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto. Meski menyisakan sepuluh lembaga, dispendik menargetkan seluruh satuan PAUD memiliki standar mutu minimal B.
Kabid PAUD dan PNF Dispendik Kabupaten Mojokerto Nur Wahyu Liswati mengatakan, dari total 1.173 lembaga, sepuluh di antaranya memang belum terakreditasi. Praktis, lembaga-lembaga tersebut belum bisa memenuhi syarat waktu untuk mengajukan akreditasi. ”Belum semua tuntas akreditasi karena ada lembaga-lembaga PAUD baru, jadi belum terakreditasi 100 persen,” ujarnya, Rabu (16/9).
Ia menjelaskan, mekanisme pengajuan akreditasi sepenuhnya melalui sistem Sispena (Sistem Informasi Penilaian Akreditasi). Kewenangan untuk menentukan pelaksanaan akreditasi berada di Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (BAN-PDM).
”Kalau pengajuan akreditasi ulang, lembaga hanya bisa mengajukan melalui sistem Sispena untuk keputusan pelaksanaannya menjadi wewenang BAN-PDM. Dispendik hanya menerima info dari pusat terkait sasaran akreditasinya,” jelasnya.
Menurutnya, akreditasi menjadi instrumen penting untuk menilai kualitas lembaga. Mulai dari proses pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, sarana prasarana, hingga manajemen sekolah.
”Akreditasi itu dilakukan oleh BAN-PDM. Mereka yang menilai, sementara kami dari dinas pendidikan mendampingi lembaga untuk menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan,” imbuhnya.
Proses penilaian kini juga tidak hanya berfokus pada administrasi semata, tetapi lebih pada praktik pembelajaran di lapangan. Asesor akan datang langsung ke sekolah untuk melihat bagaimana guru mengajar dan anak-anak belajar.
Selain mengejar sepuluh lembaga baru, dispendik juga terus mendorong lembaga yang sudah terakreditasi untuk meningkatkan peringkatnya. ”Kita dorong semua lembaga minimal akreditasi B. Itu sudah menunjukkan standar yang baik,” tandas Nur Wahyu.
Ia mengakui, tantangan terbesar masih dihadapi lembaga swasta yang memiliki keterbatasan sumber daya dan manajemen. Untuk itu, pendampingan intensif akan terus dilakukan. ”Harapannya semua PAUD di Kabupaten Mojokerto bisa memenuhi standar dan memberikan layanan terbaik bagi anak-anak usia dini,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto