Dalam Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Selama Empat Hari
MOJOKERTO RAYA - Siswa SMA/SMK di Mojokerto Raya dijadwalkan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 selama empat hari penuh. Selain mengerjakan mata pelajaran (mapel) wajib dan pilihan, peserta juga wajib mengikuti Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Ujian ini dijadwalkan akan digelar pada akhir Oktober mendatang.
Kasi PMA-PKLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Imron Rosadi menerangkan, dalam TKA 2026, dua hari pertama siswa akan mengerjakan bahasa Indonesia wajib, bahasa Inggris wajib, survei karakter, dan sulingjar. ”Lalu, saat hari ketiga matematika dan numerasi. Hari keempat dua mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan,” ujarnya, Selasa (15/9).
Menurut Imron, durasi dalam setiap pengerjaan materi tidak sama. Bahasa Indonesia wajib dan bahasa Inggris wajib masing-masing selama 75 menit. Matematika dan numerasi juga 75 menit. Sementara untuk dua mata pelajaran pilihan, diberikan waktu masing-masing selama 60 menit. ”Jadi total empat hari,” jelasnya.
Sebelum masuk ujian utama, seluruh sekolah di Mojokerto Raya wajib mengikuti dua tahapan penting. Tahap pertama simulasi untuk menguji kesiapan infrastruktur dan jaringan dengan data peserta dummy. Tahap kedua gladi bersih yang melibatkan siswa, panitia, dan proktor. ”Simulasi untuk mendeteksi gangguan jaringan atau listrik. Gladi bersih untuk memastikan dan membiasakan siswa dengan sistem dan tata tertib,” kata Imron.
Terkait sulingjar, Imron menjelaskan, survei tersebut bukan untuk menilai siswa secara individu. Melainkan bertujuan memotret kondisi lingkungan belajar di sekolah. ”Hasilnya akan jadi bahan evaluasi pemerintah untuk peningkatan mutu pendidikan. Jadi siswa diminta menjawab dengan jujur,” tegasnya.
Untuk jadwal, TKA 2026 di Mojokerto Raya dibagi tiga gelombang. Gelombang 1 pada 26-29 Oktober 2026, gelombang 2 dijadwalkan 2-5 November 2026, gelombang khusus pada 31 Oktober-1 November dan 7-8 November 2026. ”Gelombang khusus diperuntukkan bagi peserta yang berhalangan hadir pada ujian utama dengan alasan yang dapat dibuktikan, seperti sakit atau bencana,” imbuhnya.
Imron menambahkan, Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto terus berkoordinasi dengan sekolah untuk memastikan semua sarana siap. ”Kami minta kepala sekolah menunjuk tim teknis dan proktor yang kompeten. Listrik, genset, dan internet harus dipastikan aman selama empat hari ujian,” ujarnya. Ia mengimbau siswa segera mempersiapkan diri. Termasuk memanfaatkan waktu yang ada untuk memahami materi yang akan diujikan. ”TKA ini bukan hanya mengukur kemampuan akademik, tapi juga jadi cerminan kualitas pendidikan di Mojokerto Raya,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto