JAWA POS RADAR MOJOKERTO - SMKN 1 Jatirejo resmi menjadi pelopor sekaligus tuan rumah peluncuran program inovasi "SMK Bisa, Desa Berdaya". Program ini digagas SMKN 1 Jatirejo berkolaborasi dengan Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, M. Afif Zamroni, dan melibatkan SMKN 1 Dlanggu serta SMKN 2 Mojokerto sebagai sekolah mitra pilot project.
Peluncuran program yang digelar di SMKN 1 Jatirejo ini menjadi langkah awal menyiapkan generasi emas 2045 dari desa. Tujuannya melatih siswa SMK untuk membaca peluang, berkarakter, dan menjadi penggerak pembangunan di desa.
Kepala SMKN 1 Jatirejo, Ahmad Mukhlason mengatakan program ini lahir dari keprihatinan sekaligus semangat SMKN 1 Jatirejo untuk membuktikan bahwa lulusan SMK bisa langsung memberi dampak nyata di masyarakat.
"Kami di SMKN 1 Jatirejo ingin mematahkan stigma bahwa sekolah vokasi hanya mencetak pencari kerja. Melalui 'SMK Bisa, Desa Berdaya' ini kami ingin siswa kami turun langsung, mengaplikasikan ilmu ke desa, membaca potensi, dan ikut membangun. Ini adalah bentuk pengabdian SMK untuk negeri," ujar Ahmad Mukhlason.
Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto, Pinky Hidayati, menyebut program ini menjawab kebutuhan lulusan SMK yang mayoritas ingin langsung bekerja atau berwirausaha.
"Anak-anak ini bisa diberikan izin untuk berkreasi di luar sekolah artinya ke desa-desa pun anak-anak ini siap untuk membaktikan ilmunya. Banyak yang ingin bisa langsung bekerja setelah menyelesaikan studinya di SMK ini, beberapa ingin melanjutkan kuliah tapi mayoritas ingin langsung bisa bekerja baik bekerja di perusahaan maupun juga berwirausaha," ujar Pinky.
Baca Juga: Dua Hari Tak Keluar Rumah, Lansia Ditemukan Tewas
Ia juga berpesan kepada siswa agar berani menyampaikan aspirasi saat bertemu Gus Afif.
"Jangan malu, jangan takut kalian sampaikan harapan cita-cita kalian karena jarang-jarang kalian bisa bertemu dengan Gus Afif yang selain beliau ini adalah tokoh muda Mojokerto, beliau juga punya pengaruh luar biasa di Kementerian," tambahnya.
Gus Afif menegaskan, program ini lahir dari semangat membangun manusia. Desa tidak boleh lagi dipandang sebagai ruang yang tertinggal.
"Membangun manusia dan menyiapkan generasi masa depan Indonesia. Masa depan bukan hanya melihat Desa sebagai masa lalu yang ditinggalkan tetapi kita sama-sama di sini dengan slogan SMK bisa Desa berdaya," kata Gus Afif.
Sebagai Staf Khusus Mendes PDT bidang SDM, ia menekankan pentingnya lulusan SMK mampu membaca keunggulan setiap desa. Untuk tahap awal, SMKN 1 Jatirejo, SMKN 2 Mojokerto, dan SMKN 1 Dlanggu ditunjuk sebagai pilot project untuk mengirim siswa turun ke desa.
"Kita ingin melihat bagaimana anak-anak turun, bagaimana anak-anak itu mampu kemudian melihat potensi dan juga bahkan memberikan pelatihan di desa masing-masing," jelasnya.
Gus Afif mencontohkan Desa Ketapangrame, Kecamatan Trawas, yang sempat menerima Bintang Satyalancana dari Presiden Prabowo karena berhasil membangun ekosistem ekonomi desa.
"Sudah saatnya kita bisa melihat kekuatan Desa masing-masing. Jangan melihat desa itu ruang mati. Ruang untuk bertumbuh, untuk besar, untuk berkreasi sangat banyak di desa," pungkasnya.
Cabdindik juga menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah desa dan mendukung "Bakti SMK" pada kegiatan Hari Desa 2027 di Mojokerto. (oce)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto