Relima Kabupaten Mojokerto Sebar 1.000 Buku ke Taman Baca hingga Rumah Ibadah

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 08:47 WIB
TUMBUHKAN BUDAYA LITERASI: Anak-anak di Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, mengikuti kegiatan membaca dan mewarnai  pada momen peringatan HUT ke-81 RI. (dok Relima Kabupaten Mojokerto for JPRM)
TUMBUHKAN BUDAYA LITERASI: Anak-anak di Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, mengikuti kegiatan membaca dan mewarnai  pada momen peringatan HUT ke-81 RI. (dok Relima Kabupaten Mojokerto for JPRM)

Upaya menumbuhkan literasi membaca dan menulis terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya Relawan Literasi Masyarakat (Relima) bentukan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) yang menyebarkan bahan bacaan 1.000 buku ke taman baca hingga rumah ibadah. 

PENGURUS Relima Kabupaten Mojokerto, Ainnur R. Fitriana, mengatakan, bantuan 1.000 buku dari Perpusnas bakal disalurkan pada tahun depan. Saat ini prosesnya dalam tahap pendataan terhadap pihak yang akan menjadi sasaran penerima buku. ’’Sekarang masih pendataan dan seleksi,’’ tutur perempuan yang akrab disapa Kak Ria itu, Sabtu (12/9).

Menurutnya, bantuan bahan bacaan bermutu (BBB) itu akan diberikan kepada taman bacaan masyarakat (TBM), lembaga pendidikan, hingga rumah ibadah. Ria mengatakan, program ini bertujuan untuk memperluas jangkauan penyediaan akses bacaan bagi masyarakat guna meningkatkan budaya membaca dan kecakapan literasi.

’’Melalui program Relima 2026 kami sudah mendata beberapa TBM, perpustakaan pondok pesantren dan masjid yang tersebar di Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan bantuan buku,’’ ujarnya.

Ria mengungkapkan, tingkat literasi masyarakat saat ini sudah cukup tinggi, khususnya dalam aspek membaca buku. Hanya saja kesadaran masyarakat untuk menggunakan buku sebagai sumber informasi andal (reliable) perlu terus ditingkatkan.

Salah satunya dengan menambah koleksi buku. ’’Untuk itu, gerakan literasi masyarakat dari TBM, perpustakaan desa, perpustakaan sekolah perlu ditingkatkan lagi baik dari segi layanan dan juga koleksinya,’’ imbuh dia.

Ia juga mengatakan, jejaring antar-TBM perlu diperkuat agar semakin terintegrasi. Sebab, selain minimnya sumber bacaan, selama ini masyarakat yang memiliki minat baca mengalami kendala dalam mendapatkan informasi tempat mengakses buku bacaan.

Karena itu, dirinya pun berharap program penyebaran 1.000 buku dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan literasinya. ’’Semoga tahun tahun selanjutnya pemerintah masih bisa melanjutkan program baik ini,’’ tandasnya. (adi/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
sebar buku relawan literasi literasi mojokerto