Siswa SLB di Mojokerto Dibekali Keterampilan Vokasi

Indah Oceananda • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:57 WIB
TIMBAL BALIK: Penandatanganan PKS dan Pelatihan Vokasi Inklusi antara SMK dengan SLB/PK-PLK Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto untuk memperkuat pendidikan vokasi di SLB, Rabu (9/9). (Indah/JPRM)
TIMBAL BALIK: Penandatanganan PKS dan Pelatihan Vokasi Inklusi antara SMK dengan SLB/PK-PLK Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto untuk memperkuat pendidikan vokasi di SLB, Rabu (9/9). (Indah/JPRM)

Gandeng SMK, Buka Peluang Bekerja setelah Lulus 

MOJOKERTO RAYA - Sekolah luar biasa (SLB) mulai memperkuat pendidikan vokasi agar lulusannya siap kerja dan mandiri secara ekonomi. Melalui program tersebut, peserta didik SLB akan dibekali keterampilan vokasi seperti servis elektronik dan tata boga sesuai minat dan kemampuan. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati mengatakan, kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan SMK. ”Melalui kerja sama ini, peserta didik SLB diharapkan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya,” ujarnya.

Pinky menegaskan, PKS ini tidak hanya sebatas seremonial. Ke depan akan ada pelatihan bagi guru, pelatihan keterampilan bagi peserta didik, praktik langsung untuk meningkatkan kompetensi, serta pameran produk hasil karya peserta didik. 

”Kami akan terus mendukung kolaborasi antara SLB dan SMK dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang inklusif, mandiri, dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik,” imbuhnya. 

Kabid PK-PLK Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Mudianto menambahkan, fokus SLB saat ini memang mengarah ke vokasi, jika hanya dibekali akademik, dikhawatirkan akan menjadi beban keluarga. ”Di SLB sedang fokus ke arah vokasi. Karena kalau hanya dibekali akademik, bisa jadi beban keluarga. Jadi kita beri muatan lain yaitu vokasi macam-macam seperti seni dan spiritual,” ucapnya. 

Menurut Mudianto, SMK sebagai pusat vokasi memiliki peran penting dalam mendukung SLB. Dengan PKS ini, monitoring bisa dilakukan, terutama terkait implementasi pembelajaran dari guru SMK kepada guru SLB. Tujuannya agar guru SLB bisa mengimbaskan ilmu tersebut kepada peserta didik.  ”Servis elektronik yang tidak membutuhkan mobilitas. Tata boga arahnya ke pekerjaan dan kewirausahaan,” jelasnya. 

Selain itu, PKS ini juga memuat aspek monitoring dan evaluasi. Ada pula timbal balik untuk SMA/SMK reguler, karena peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) belum memiliki pendamping khusus. Dalam hal ini guru SLB dapat membantu, termasuk dalam asesmen saat proses sistem penerimaan murid baru (SPMB). (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
cabdindik jatim wilayah kabupaten dan kota mojokerto keterampilan vokasi slb mojokerto siswa SLB