Sebagai Bahan Evaluasi Mutu Pembelajaran
KABUPATEN - Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dijadikan Kemenag Kabupaten Mojokerto sebagai instrumen mengukur mutu pendidikan madrasah. Agar hasilnya maksimal, seluruh MA di Kabupaten Mojokerto didorong mengikuti ujian yang pendaftarannya dibuka sejak 18 Agustus lalu.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh madrasah memiliki data capaian akademik yang valid sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kualitas pembelajaran. ”Kami dorong semua MA di Mojokerto untuk ikut serta dan mempersiapkan diri dengan baik,” kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto Masruchan, Selasa (8/9).
Ia mengatakan, pihaknya belum memiliki data pasti jumlah pendaftar saat ini. Namun, Masruchan memastikan akan mengupayakan agar seluruh siswa MA di wilayahnya ikut TKA tahun ini. ”Sementara belum ada jumlah pasti terkait pendaftaran dan insyaallah kita usahakan ikut semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, TKA menjadi salah satu potret capaian akademik siswa madrasah. Karena itu, Kemenag Kabupaten Mojokerto akan berkoordinasi dengan seluruh madrasah agar proses pendaftaran hingga pelaksanaan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Berdasarkan lini masa resmi Kemendikdasmen, pendaftaran TKA 2026 untuk jenjang SMA/SMK/MA sederajat dibuka mulai 18 Agustus hingga 27 September 2026. Setelah pendaftaran, siswa akan mengikuti simulasi pada 21 hingga 27 September. Tahap selanjutnya adalah gladi bersih pada 5 hingga 18 Oktober.
”Pelaksanaan utama TKA dijadwalkan berlangsung 26 Oktober hingga 8 November. Bagi siswa yang berhalangan, tersedia pelaksanaan susulan pada 16 hingga 29 November,” jelasnya. Hasil ujian akan diolah mulai 8 November hingga 22 Desember. Pengumuman hasil secara nasional dijadwalkan pada 23 Desember.
Dengan jadwal yang sudah rilis, Masruchan berharap madrasah segera melakukan persiapan teknis maupun akademik agar siswa siap menghadapi TKA. Di samping itu, hasil TKA dapat menjadi bahan evaluasi. ”Kami berharap melalui TKA ini, kita bisa melihat sejauh mana mutu pendidikan madrasah dan menjadikannya dasar untuk terus berbenah,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto