”Tingkat kegemaran membaca Kabupaten Mojokerto saat ini berada di ranking 5 se-Jatim. Ini menunjukkan ada peningkatan kesadaran, khususnya di kalangan pelajar dan Gen Z untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan,” ujar Nalurita.
Dari sisi layanan, disperka mencatat rata-rata kunjungan ke Perpustakaan Daerah, Pojok Baca Digital, dan Perpustakaan Keliling mencapai 14.444 orang per bulan sepanjang semester 1 tahun 2026. ”Data yang kami laporkan per Juni untuk semester satu tahun ini, total rata-rata kunjungan per bulan 14.444 orang. Ini gabungan layanan fisik dan digital. Kami terus bandingkan dengan periode sebelumnya untuk melihat tren kenaikannya,” jelasnya.
Ia memaparkan, disperka menjalankan berbagai program untuk meningkatkan minat baca. Sebagian besar didukung dana alokasi khusus (DAK) seperti lomba bertutur, lomba resensi, dan bimtek literasi. Untuk jenjang dasar, disperka menyediakan Pojok Literasi khusus siswa TK dari anggaran non-DAK. Sosialisasi dan advokasi ke sekolah-sekolah juga terus dilakukan.
Upaya literasi diperluas hingga ke keluarga dan desa. disperka menggandeng Tim Penggerak (TP) PKK di kecamatan melalui training of trainer (TOT) untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga. ”Kami juga mulai menggandeng PKK di kecamatan, utamanya fokus ke TOT, penumbuhan budaya literasi di kalangan keluarga,” imbuhnya.
Selain itu, program donasi 150 buku per desa masih terus berjalan. Ke depan, disperka juga menargetkan pembentukan Kader Literasi Desa di setiap desa. Gerakan Satu PNS Satu Buku bersama Dharma Wanita juga digencarkan sejak Juli lalu. Dari target 5.000 buku, saat ini sudah terkumpul sekitar 4.000 buku.
”Literasi bukan hanya soal bisa membaca, tapi juga kemampuan memahami dan mengaplikasikan informasi. Itu yang terus kami dorong bersama komunitas, sekolah, dan keluarga,” pungkas Nalurita. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto