Jadi Daerah dengan Indeks Modal Manusia Tertinggi di Jatim
KOTA – Setiap anak di Kota Mojokerto berpotensi mengenyam pendidikan formal selama 14 tahun atau sampai tahun kedua kuliah. Tingginya angka harapan lama sekolah (HLS) tersebut menjadikan salah satu faktor kota dengan tiga kecamatan ini memiliki indeks modal manusia (IMM) tertinggi di Jawa Timur.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, berdasarkan data yang dirilis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), IMM 2025 Kota Mojokerto tercatat 0,717.
Angka ini merupakan yang tertinggi di Jatim dan masuk tiga besar nasional. ”Capaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus memastikan pembangunan manusia berjalan secara menyeluruh,” ujar Ning Ita, sapaan karib wali kota, Kamis (3/9) lalu.
Menurutnya, capaian IMM kota yang ia pimpin berada jauh di atas IMM nasional yang tercatat 0,562 dan rata-rata daerah di Jatim yang berada pada angka 0,613. Ning Ita menjelaskan, capaian Kota Mojokerto ditopang tiga dimensi utama.
Yakni dimensi kelangsungan hidup (survival) yang mencapai 0,988 poin, pendidikan 0,757, dan kesehatan 0,958. ”Ketiganya menjadi bagian dari pengukuran IMM dalam melihat kualitas modal manusia sepanjang siklus kehidupan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pada dimensi pendidikan, angka HLS usia 4–18 tahun mencapai 14,099 tahun. Angka ini 1,279 tahun lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Dengan kata lain, setiap anak usia sekolah di Kota Mojokerto memiliki peluang untuk menempuh pendidikan selama 14 tahun lebih.
Artinya, jenjang pendidikan yang bisa ditamatkan anak-anak di wilayah ini mencapai setara diploma dua atau sekitar dua tahun kuliah.
Sementara itu, pada dimensi kesehatan, proporsi balita bebas stunting di Kota Mojokerto mencapai 0,883 atau 0,081 poin di atas capaian nasional. Menurut angka tersebut, lebih dari 88 persen dari total balita di Kota Mojokerto tumbuh normal dan tidak mengalami stunting.
Ning Ita mengungkapkan, aspek pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi merupakan investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Namun, ia menegaskan, capaian yang telah diraih tidak boleh berhenti hanya sebagai angka statistik.
Menurutnya, Pemkot akan terus mendorong kebijakan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas sekaligus tumbuh dalam lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas hidup.
”Yang terpenting bukan hanya bagaimana mempertahankan capaian ini, tetapi bagaimana terus meningkatkannya. Karena pada akhirnya, investasi pada manusia adalah investasi untuk masa depan Kota Mojokerto,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto