SDN Jrambe, Kecamatan Dlanggu, Menuju Sekolah Adiwiyata, Libatkan Masyarakat Sekitar

Farisma Romawan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 22:31 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Siswa SDN Jrambe, Kecamatan Dlanggu membagikan bibit pohon mangga kepada warga untuk ditanam di permukiman sekitar sekolah, Agustus lalu. (Farisma/JPRM)
PEDULI LINGKUNGAN: Siswa SDN Jrambe, Kecamatan Dlanggu membagikan bibit pohon mangga kepada warga untuk ditanam di permukiman sekitar sekolah, Agustus lalu. (Farisma/JPRM)

SDN Jrambe, Kecamatan Dlanggu menegaskan komitmennya menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Mojokerto di tahun ajaran 2026/2027. Beberapa aksi nyata dalam melestarikan lingkungan digulirkan siswa dan guru dengan melibatkan warga masyarakat sekitar. 

Termasuk dengan membagikan bibit pohon mangga kepada warga untuk ditanam di pelataran rumah. Tidak hanya menjadikan suasana sekolah semakin asri dan hijau, cara ini juga untuk membiasakan siswa terhadap pola hidup bersih dan membentuk karakter peduli lingkungan. 

’’Partisipasi warga sekitar sekolah juga penting dalam membentuk karakter siswa peduli lingkungan,’’ terang Kepala SDN Jrambe Yulian Agung Kinanti, S.Pd.SD, Minggu (6/9). Selain membagikan bibit pohon, siswa juga kerap menggelar kerja bakti massal baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. 

Gerakan Peduli Lingkungan juga secara tegas digaungkan lewat kebijakan kantin bebas plastik. Di kantin tersebut, pedagang sudah tidak lagi menggunakan wadah plastik dalam menjajakan makanan. Siswa kini juga terbiasa membawa tempat makan sendiri demi memangkas volume sampah plastik harian. 

’’Untuk mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan, kami biasakan siswa dengan cuci tangan sebelum memulai pembelajaran dan membawa tempat makanan sendiri untuk mengurangi sampah plastik,’’ tambah perempuan yang juga Ketua TP PKK Desa Sambilawang Kecamatan Dlanggu, ini. 

Kreativitas siswa juga dipacu dengan aktivitas daur ulang sampah. Hal itu terlihat dari partisipasi siswa dalam pawai budaya tingkat kecamatan. Mereka mengenakan busana unik hasil olahan sampah seperti botol plastik, koran bekas, dan klobot (daun jagung) kering. 

Cara ini sekaligus menegaskan komitmen SDN Jrambe dalam meraih predikat Sekolah Adiwiyata. ’’Adiwiyata ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pembentukan karakter generasi muda yang peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
sdn jrambe kabupaten mojokerto kecamatan dlanggu sekolah adiwiyata