Workshop Pelatihan Konten Kreator dan Jurnalistik KKRA Kabupaten Mojokerto

Indah Oceananda • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:20 WIB

 

DIBUKA: Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin, Ketua KKRA Uswatun Chasanah, Direktur JPRM M. Nur Kholis, bersama pengurus, dan ratusan peserta workshop di Aula Kemenag Kabupaten Mojokerto, Selasa (1/9).
DIBUKA: Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin, Ketua KKRA Uswatun Chasanah, Direktur JPRM M. Nur Kholis, bersama pengurus, dan ratusan peserta workshop di Aula Kemenag Kabupaten Mojokerto, Selasa (1/9).
 

Melek Literasi Digital, Guru Siap Jadi Jurnalis dan Kreator

RATUSAN kepala Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Mojokerto memadati Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto. Mereka mengikuti Workshop Konten Kreator dan Jurnalistik yang digelar KKRA Kabupaten Mojokerto bersama Kemenag dan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM), Selasa (1/9). 

Kelas yang dibuka langsung penuh selama dua hari pendaftaran itu menjadi bukti tingginya antusiasme guru RA untuk mengasah kemampuan literasi digital. Materi jurnalistik disampaikan Redaktur Pelaksana JPRM Fendy Hermansyah. Sementara materi kreator konten diisi oleh Kak Fafah. 

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin berharap pelatihan ini melahirkan guru RA yang melek literasi dan mampu membangun branding lembaga. ’’Semoga setelah kegiatan pelatihan ini semakin paham literasinya. Ayo kita berupaya pandai menulis,’’ kata Muttakin.

SEMANGAT: Kepala RA se-Kabupaten Mojokerto antusias mengikuti Workshop Pelatihan Konten Kreator dan Jurnalistik di Aula Kemenag Kabupaten Mojokerto, Selasa (1/9). (Indah/JPRM)
SEMANGAT: Kepala RA se-Kabupaten Mojokerto antusias mengikuti Workshop Pelatihan Konten Kreator dan Jurnalistik di Aula Kemenag Kabupaten Mojokerto, Selasa (1/9). (Indah/JPRM)

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan. Dengan harapan, keniscayaan ini memudahakan para kepala RA membangun branding dalam dunia kreator konten. ”Terima kasih atas kolaborasi yang sudah terjalin, dan kami insya Allah akan terus konsisten. Di mana madrasah bisa terekspos dan Radar Mojokerto bisa ikut andil dalam mencerdaskan bangsa lewat tulisan-tulisan yang dihasilkan,’’ imbuhnya. 

Ketua KKRA Kabupaten Mojokerto Uswatun Chasanah menyoroti semangat peserta. ’’Workshop berjumlah 276 peserta, selama dua hari kita buka (pendaftaran, Red) langsung full itu menandakan antusiasme dari guru RA,’’ kata Uus, sapaan karib Uswatun Chasanah. 

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal penguatan peran KKRA. ’’Harapan kami melalui kegiatan semacam ini, dengan keberadaan KKRA ini terus dikuatkan, dan menambah peningkatan mutu bagi guru RA,’’ tambahnya. 

DIGEMBLENG: Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin saat memberikan arahan dalam pembukaan Workshop Konten Kreator & Jurnalistik.
DIGEMBLENG: Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin saat memberikan arahan dalam pembukaan Workshop Konten Kreator & Jurnalistik.

Pers Berperan Penting dalam Dunia Pendidikan 

Sementara itu, Direktur JPRM M. Nur Kholis mengapresiasi sinergi yang selama ini telah terbangun dengan baik. Ia menilai pers punya peran penting di bidang pendidikan. ’’Terima kasih kepada Kemenag maupun KKRA yang masih punya kepercayaan penuh kepada kami. Kami juga apresiasi kepada kepala Kemenag yang menyebutkan bahwa media dituntut harus selalu adaptif,’’ ucapnya. 

Menurutnya, fungsi pers bukan hanya memberitakan. Namun, fungsi pers di bidang pendidikan adalah keniscayaan. ”Bukan hanya sekadar memberitakan, tapi juga diimplementasikan dalam bentuk action,’’ katanya. 

Nur Kholis berharap hasil konkret dari pelatihan ini dapat mengembangkan kompetensi guru, khususnya di bidang jurnalistik dan kreator konten. Tentunya harus didasari dengan kemauan dan keberanian untuk berkarya. ’’Mudah-mudahan dari kegiatan ini bukan berhenti hanya dari diklat saja, tapi juga minimal bisa muncul lima kreator konten di kalangan RA Kabupaten Mojokerto,’’ harapnya. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
workshop kemenag kkra kabupaten mojokerto konten kreator pelatihan jurnalistik