SMKN 1 Jetis Gelar Job Fair Dibuka Bupati Mojokerto, 28 Perusahaan Tawarkan 1.258 Lowongan

Indah Oceananda • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:08 WIB
BERSAING UNGGUL: Bupati Muhammad Albarraa membuka kegiatan job fair SMKN 1 Jetis secara simbolis dengan pemukulan gong, Kamis (27/8). (Sofan Kurniawan/JPRM)
BERSAING UNGGUL: Bupati Muhammad Albarraa membuka kegiatan job fair SMKN 1 Jetis secara simbolis dengan pemukulan gong, Kamis (27/8). (Sofan Kurniawan/JPRM)

BUPATI Mojokerto Muhammad Albarraa secara resmi membuka pelaksanaan Job Fair Kabupaten Mojokerto 2026 di SMKN 1 Jetis, Kamis (27/8). Kegiatan yang digelar selama satu hari ini mempertemukan 1.493 pencari kerja dengan 28 perusahaan dari Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Jombang.

Sebanyak 1.258 lowongan kerja disediakan dalam job fair tersebut. Rinciannya, 647 lowongan untuk laki-laki dan 611 lowongan untuk perempuan. Bidang usaha yang dibuka beragam, mulai dari jasa pemasaran, produksi, makanan dan minuman, influencer, kreator konten, teknologi informasi, keuangan, teknik dan perbengkelan, hingga jasa profesional seperti penerjemah dan instruktur.

Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto Yoie Afrida menjelaskan maksud utama kegiatan ini adalah mempercepat pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan. ’’Maksud dan tujuan dilaksanakannya job fair adalah menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang menyediakan platform bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan yang membutuhkan lowongan pekerjaan. Sekaligus mempercepat bertemunya pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja sesuai keterampilannya,’’ ujarnya.

DISERBU PENCAKER: Puluhan stan perusahaan di SMKN 1 Jetis diserbu para pencari kerja. (Sofan/JPRM)
DISERBU PENCAKER: Puluhan stan perusahaan di SMKN 1 Jetis diserbu para pencari kerja. (Sofan/JPRM)

Data pendaftaran online selama tiga hari mencatat 1.493 pencari kerja mendaftar. Terdiri dari 1.010 orang laki-laki atau 67,6 persen dan 483 orang perempuan atau 32,4 persen. Sebanyak 946 orang atau 63,4 persen berasal dari Kabupaten Mojokerto, dan 547 orang atau 36,6 persen dari luar daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Albarraa menekankan, job fair harus menjadi jembatan nyata antara kebutuhan dunia usaha dan tenaga kerja lokal. Ia juga mendorong peningkatan kompetensi agar SDM Mojokerto siap bersaing. ’’Salah satu langkah yang kita lakukan adalah melalui job fair yang mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Saya berharap job fair ini benar-benar menjadi ruang pertemuan yang menghasilkan peluang kerja yang nyata,’’ kata Albarraa.

Bupati juga meminta perusahaan peserta memberikan informasi lowongan secara jelas dan proses seleksi yang adil. ’’Saya berharap perusahaan peserta dapat memberikan informasi lowongan secara jelas sesuai kebutuhan, serta memberikan kesempatan seleksi yang terbuka dan adil. Dengan demikian, job fair ini dapat menjadi jembatan yang mempertemukan tenaga kerja Kabupaten Mojokerto dengan dunia usaha secara nyata,’’ tegasnya.

Senada, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Pinky Hidayati berpesan agar pencari kerja tidak hanya datang untuk melamar, tetapi juga membaca peluang. ’’Kepada para pencaker yang hadir hari ini saya berpesan jangan datang ke job fair hanya cari kerja tetapi datanglah untuk membaca potensi dan peluang. Dalam dunia kerja yang dicari bukan sekadar ijazah tapi karakter, kompetensi, dan komunikasi serta keinginan untuk terus belajar,’’ pesannya.

HARAPAN BARU: Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Pinky Hidayati memberikan sambutan kegiatan Job Fair di SMKN 1 Jetis.
HARAPAN BARU: Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Pinky Hidayati memberikan sambutan kegiatan Job Fair di SMKN 1 Jetis.

Pinky juga meminta perusahaan membuka peluang lebih besar untuk anak muda Mojokerto. ’’Bagi para perusahaan kami mohon tolong buka peluang sebesar-besarnya untuk anak-anak muda di Mojokerto. Kami dari dunia pendidikan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan industri,’’ tambahnya.

Kepala SMKN 1 Jetis Dwi Fendi Dadang Adrianto menyambut baik ditunjuknya sekolah yang dipimpinnya sebagai lokasi job fair. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan lulusan SMK dengan dunia industri. ’’Kami sangat mendukung pelaksanaan job fair di SMKN 1 Jetis. Ini adalah kesempatan bagi siswa, alumni, dan masyarakat umum untuk mendapatkan informasi kerja secara langsung dari perusahaan. Kami berharap kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha terus diperkuat agar lulusan kami siap kerja dan terserap di industri,’’ katanya.

Job Fair 2026 di SMKN 1 Jetis dilaksanakan mulai pukul 07.00 sampai 15.00 dengan dua sesi. Diharapkan kegiatan ini tepat sasaran dan memberi manfaat nyata dalam menekan angka pengangguran serta memperkuat link and match dunia pendidikan dan dunia usaha. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
gus barra Pemkab Mojokerto job fair smkn 1 jetis