KOTA – Derasnya arus informasi di era digital mendapat atensi kepolisian. Polres Mojokerto Kota mengajak para generasi muda untuk bijak bermedia sosial dalam berliterasi digital sekaligus menangkal berita bohong alias hoaks.
Hal ini diungkapkan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto saat menghadiri Police Goes to School di SMKN 2 Kota Mojokerto, Senin (24/8). Di hadapan ratusan pelajar, pihaknya mewanti-wanti agar para Gen Z tidak mudah termakan hoaks.
”Pergunakan media sosial dan internet untuk hal-hal yang positif. Saring dulu sebelum sharing dalam bermedsos. Jangan sampai pelajar justru termakan provokasi atau ikut menyebarkan informasi hoaks yang tidak jelas kebenarannya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jejak digital akibat peredaran hoaks hingga ujaran kebencian bisa menjadi bumerang bagi masa depan mereka. Tak ayal, pihaknya menekankan agar ruang digital dimanfaatkan optimal untuk menunjang proses pembelajaran dan peningkatan skill.
Kepolisian meminta para pelajar agar lebih cermat dalam menerima informasi. Mulai dengan mewaspadai informasi yang provokatif, menelusuri keabsahan sumber hingga mencari informasi perbandingan.
Selain melek literasi digital, Herdiawan turut mendorong kalangan pelajar untuk fokus mematangkan keahlian. Pasalnya, tantangan dunia kerja setelah lulus dari bangku kejuruan menuntut kompetensi tinggi.
”Persiapkan keterampailan dan skill sejak dini, manfaatkan setiap momen pelajaran di sekolah. Jangan sampai lulus nanti menjadi sia-sia karena tidak punya bekal keterampilan untuk bersaing,” tambah Herdiawan.
Terobosan kepolisian ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Salah satu tenaga pendidik SMKN 2 Kota Mojokerto, Arika menilai, edukasi literasi digital dari aparat penegak hukum ini sangat penting di tengah era serbadigital saat ini.
”Sinergi semacam ini sangat penting untuk membentengi karakter siswa agar tetap disiplin, fokus berprestasi, dan tidak salah arah dalam memanfaatkan teknologi,” ucapnya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto