SEMENTARA itu, Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto berupaya untuk mengajukan revitalisasi ke Pemprov Jatim untuk perbaikan di SMK Muhammadiyah 2 Kutorejo.
Selain menyentuh ruang kelas, penanganan darurat juga akan menyasar ruang laboratorium yang akan digunakan untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kasi PMK Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Eko Heri Prihartono menyebutkan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan PCM Muhammadiyah Kutorejo terkait langkah untuk segera memperbaiki dua ruangan yang terdampak kebakaran.
Di samping itu, cabdindik juga berupaya untuk mengajukan perbaikan fisik ke Pemprov Jatim untuk penanganan secara permanen. ”Kami upayakan nanti ada perhatian dari provinsi, kami juga sudah berkomunikasi supaya bisa diajukan untuk revitalisasi,” paparnya.
Menurutnya, usaha tersebut ditempuh agar proses pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Kutorejo dapat kembali berjalan normal. Pasalnya, lanjut Eko, musibah kebakaran tersebut menyebabkan dua ruangan yang masing-masing berukuran 9 x 9 meter atau total 162 meter persegi tak bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Menurutnya, pengalihan kelas hanya bersifat sementara. Sebab, siswa kelas XII juga tengah bersiap untuk menjalani TKA pada Oktober nanti. Sehingga upaya perbaikan harus segera dilakukan. Selain untuk ruang kelas, lanjut Eko, lembaga juga dikejar waktu untuk merehabilitasi laboratorium komputer (labkom) yang digunakan untuk TKA. ”Dalam waktu dekat ada kegiatan simulasi TKA, diharapkan jaringan listrik di labkom segera diperbaiki agar bisa segera digunakan,” ujarnya.
Cabdindik berharap proses revitalisasi dan perbaikan dapat segera mendapat perhatian dari Pemprov Jatim. Dengan harapan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK Muhammadiyah 2 Kutorejo bisa kembali normal seperti semula. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto