KABUPATEN - Menyambut Hari Kemerdekaan RI yang ke-81, Dinas Pendidikan Jawa Timur menginisiasi gerakan "Murid Menjemput Sejarah : 81 Tahun Indonesia Merdeka". Gerakan ini mengajak pelajar belajar arti kemerdekaan langsung dari para veteran di wilayahnya masing-masing.
SMAN 1 Pacet menjadi salah satu sekolah di Kabupaten Mojokerto yang turut menghidupkan gerakan ini. Para siswa SMAN 1 Pacet berkolaborasi dengan Polsek Pacet melakukan "sowan" atau kunjungan silaturahmi ke kediaman veteran, Sabtu (15/8).
Sasaran kunjungan SMAN 1 Pacet adalah Eyang Amad, Veteran RI berusia 104 tahun. Setibanya di kediaman Eyang Amad, yakni di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, rombongan siswa SMAN 1 Pacet disambut hangat oleh keluarga.
Dalam suasana penuh haru, siswa, guru, dan anggota Polsek Pacet duduk bersama Eyang Amad dan istri. Dengan semangat, Eyang Amad menceritakan detail kisah heroiknya dimasa lampau. Mulai dari insiden penurunan dan penyobekan bendera di Hotel Yamato, Operasi penguasaan Gudang Senjata, hingga masa-masa kelam peristiwa Pembantaian Guru dan Kyai.
Eyang Amad didampingi keluarga juga menunjukkan dokumen, piagam, foto kenangan, dan penghargaan yang dimilikinya sebagai bukti sejarah.
Mendengar penuturan langsung dari saksi hidup sejarah, para siswa SMAN 1 Pacet tampak antusias. "Para siswa menjadi lebih bersemangat dan semakin mengerti betapa mahalnya Harga sebuah Kemerdekaan yang diraih melalui pertumpahan darah," kata Kepala SMAN 1 Pacet Nashiruddin.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bingkisan dari siswa dan Polri, sesi foto bersama, serta doa dan salam dari Eyang Amad untuk para siswa.
Di akhir pertemuan, Eyang Amad sempat berpesan untuk pemimpin bangsa saat ini. "Saya pesan sama Prabowo sesaat sebelum dilantik menjadi seorang presiden jangan sampai lupa pesan saya apa. Pedulilah pada rakyat kecil," terangnya.
Pesan ini juga tertulis di foto dengan keterangan : "Pesan Dari Bapak Amad NPV 12.093.713 ". Selanjutnya, ia beresan untuk generasi muda, khususnya siswa siswi SMAN 1 Pacet yang hadir. "Rajinlah belajar, terus jaga silaturahmi, bersikaplah santun dan jadilah generasi yang sadar," imbuh dia. Eyang Amad sendiri mengaku terharu masih ada generasi muda yang datang langsung untuk mendengarkan kisahnya.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan, gerakan ini dirancang agar pelajar tidak hanya mengenal kemerdekaan dari buku.
"Kami ingin anak-anak datang langsung, duduk bersama para veteran, mendengar kisahnya, melihat keteladanannya, dan memahami bahwa kemerdekaan yang mereka nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa," ujar Aries.
Senada, SMAN 1 Pacet ingin menanamkan bahwa mengisi kemerdekaan saat ini tidak lagi dengan mengangkat senjata, melainkan dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, dan memiliki kepedulian sosial. "Bagi para siswa SMAN 1 Pacet, kunjungan ini juga jadi pembelajaran sosial melihat kondisi kehidupan veteran, juga membawa pulang cerita perjuangan, keteladanan, semangat pantang menyerah, dan kesadaran bahwa mereka punya tanggung jawab meneruskan perjuangan melalui pendidikan," tandas Nashiruddin.
Seperti tagline kegiatan, Dari Buku Kita Belajar Sejarah, Dari Veteran Kita Belajar Harga Kemerdekaan, gerakan "Murid Menjemput Sejarah" ini menjadi bagian dari visi Dindik Jatim menghadirkan “Jatim Cerdas, Pendidikan Berdampak” pendidikan yang membentuk karakter, kepedulian, dan semangat nasionalis peserta didik. (oce/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto