Berlangsung hingga Oktober, Jadi Acuan Pembelajaran dan Regulasi
MOJOKERTO RAYA - Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Kabupaten dan Kota Mojokerto tengah mengejar target pendataan tamatan SMA dan SMK. Kegiatan tracer study atau penelusuran lulusan ini berlangsung sejak 31 Juli hingga 31 Oktober nanti. Kasi Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Eko Heri Prihartono mengatakan, pendataan tersebut dinilai penting untuk memetakan kondisi alumni pasca tamat sekolah.
”Tracer study untuk SMK baru kami mulai akhir bulan lalu. Batas waktu pengisian datanya sampai akhir Oktober. Tapi, untuk data finalnya baru selesai di akhir tahun,” ujarnya, kemarin (13/8). Berdasarkan data sementara tahun ajaran 2025/2026, setidaknya terdapat 7.204 alumni dari 120 sekolah di wilayah Mojokerto yang akan menjadi sasaran pendataan.
Meliputi, 1.174 alumni atau 16,2 persen melanjutkan ke perguruan tinggi dan sekolah kedinasan, kemudian 512 alumni atau 7,1 persen memutuskan berwirausaha. Sementara 1.755 lulusan atau 24,3 persen sudah langsung bekerja, 49 orang atau 0,6 persen memilih kursus terlebih dahulu, serta 3.714 lulusan atau 51,5 persen masih berstatus fresh graduate dan belum bekerja.
Eko menjelaskan, mekanisme pengisian dilakukan secara daring melalui tautan yang dibuat Dinas Pendidikan Jatim. ”Teknisnya Dindik Jatim membuat link. Link itu kami kirimkan ke lulusan untuk diisi datanya. Tapi, kami sadar tidak mungkin 100 persen lulusan bisa mengisi sendiri. Karena itu pihak SMK juga kami minta membantu mengisi data lulusannya,” jelasnya.
Ia juga meminta agar seluruh satuan pendidikan aktif meneruskan link tersebut supaya data yang masuk semakin lengkap. Terlebih, di sisi lain, belum tentu berhasil menghimpun semua data alumni. ”Tujuannya, supaya bisa diketahui lulusan kita sukses sesuai harapan dan cita-citanya masing-masing,” tegasnya.
Eko menambahkan, hasil tracer study nantinya akan menjadi salah satu indikator mutu lulusan. Data yang sudah final akan digunakan cabdindik untuk menyusun perbaikan pembelajaran di sekolah serta bahan evaluasi kebijakan. ”Harapan kami para lulusan SMA dan SMK ini bisa menerapkan program bekerja, melanjutkan pendidikan, ataupun berwirausaha,” pungkas Eko. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto