Waktu Pengisian Survei Lingkungan Belajar di Mojokerto Tersisa Tiga Hari

Indah Oceananda • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:18 WIB
DIBATASI WAKTU: Guru di salah satu SMA negeri saat melakukan kegiatan pembelajaran, Kamis (13/8). 
DIBATASI WAKTU: Guru di salah satu SMA negeri saat melakukan kegiatan pembelajaran, Kamis (13/8). 

Belum Tuntas, Rapor Pendidikan Terancam Tak Utuh 

MOJOKERTO RAYA - Waktu pengisian Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) semakin mepet. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto mengingatkan agar seluruh kepala sekolah dan guru untuk segera menuntaskan pengisian sebelum batas akhir pada Senin (17/8) nanti. 

Kasi  PMA-PKLK Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Imron Rosadi menegaskan, ketuntasan Sulingjar memang berdampak langsung terhadap kelengkapan rapor pendidikan sekolah. 

”Jika pengisian Sulingjar belum tuntas atau tidak diisi oleh kepala sekolah dan guru, sekolah terancam tidak memiliki rapor pendidikan yang utuh. Ini karena data Sulingjar menjadi salah satu komponen utama di dalamnya,” ujarnya, Kamis (13/8). 

Menurut Imron, Sulingjar berfungsi untuk memetakan iklim keamanan, inklusi, dan kualitas pembelajaran dalam satuan pendidikan. Namun, jika GTK dan siswa belum 100 persen mengisi, maka persentase ketercapaian akan mengalami penurunan. 

”Ketidaktuntasan pengisian Sulingjar dari unsur GTK dan murid akan menghambat perekaman data pusat, menurunkan indeks kualitas layanan sekolah, serta membuat evaluasi mutu satuan pendidikan tidak akurat,” jelasnya. 

Ia merinci setidaknya terdapat tiga dampak utama jika sekolah terlambat atau tidak tuntas mengisi. Pertama, rapor pendidikan tidak keluar atau datanya kurang. Kedua, evaluasi mutu terhambat akibat pemetaannya tidak valid. Ketiga, status di dashboard pemantauan akan berwarna kuning dan menghambat rekapitulasi data nasional. 

”Jika terdapat indikator yang belum diisi maka akan berpengaruh pada delta indikator tersebut di tahun berikutnya. Status belum selesai juga akan menghambat rekapitulasi data nasional,” tegasnya. 

Untuk itu, Imron meminta satuan pendidikan segera melakukan pengecekan dan memastikan semua unsur menuntaskan pengisian. ”Jangan sampai karena terlambat mengisi, sekolah justru tidak punya data lengkap untuk evaluasi dan perbaikan ke depan,” pungkasnya. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
cabdindik jatim wilayah kabupaten dan kota mojokerto sulingjar mojokerto survei lingkungan belajar