GONDANG - Balai Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dipenuhi perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dan Tim Penggerak PKK pada Kamis (13/8/2026). Mereka berkumpul untuk menerima penyaluran bantuan peralatan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026 yang dijalankan oleh Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto.
Dalam program tersebut, bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi tiap kelompok. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Padi menerima mesin pompa air sawah berbahan bakar LPG lengkap serta mesin penanam padi. Sementara itu, Tim Penggerak PKK menerima sederet alat pengolahan pangan, meliputi mesin pembuat keripik, oven pengering makanan, deep fryer, mesin peniris minyak (spinner), cup sealer, hingga mesin sealer otomatis.
Kepala Desa Padi, Slamet Prayogi Hatna Wijaya, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan kepada desanya. Ia berharap bantuan fisik ini dapat difungsikan secara optimal oleh warga.
Baca Juga: Inovasi UNIM Bersama Desa Sidomulyo; Hadirkan Teknologi Mesin Pengolah Pangan dan IoT Pertanian
"Kami mengucapkan terima kasih kepada UNIM dan Kemdiktisaintek yang sudah memberikan perhatian kepada masyarakat Desa Padi. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat, terutama untuk mendukung kegiatan pertanian dan usaha masyarakat," ujar Slamet. "Harapan kami, peralatan ini bisa digunakan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Padi."
Ketua Pusat Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) UNIM, M. Adik Rudiyanto, menegaskan bahwa PDB merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat desa mengembangkan potensi lokalnya agar manfaat akademis dapat dirasakan langsung di luar kampus.
Penerimaan bantuan ini pun disambut positif oleh para penerima manfaat. Ketua Gapoktan Desa Padi, Bambang Supriyo, menyebut mesin pompa air dan penanam padi sangat dibutuhkan petani untuk meningkatkan efisiensi kerja di sawah. Di sisi lain, Ketua PKK Desa Padi, Erlan Tania, optimistis deretan mesin pengolahan pangan tersebut mampu mendongkrak kualitas serta nilai jual produk olahan makanan buatan warga.
Ketua Tim Pelaksana PDB UNIM, Achmad Rijanto, mengapresiasi Pemerintah Desa Padi dan Kemdiktisaintek atas kolaborasi yang terjalin. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada penyerahan unit peralatan, melainkan akan dilanjutkan dengan proses pendampingan.
Baca Juga: UNIM Gulirkan Program PKM di Sekolah, Ciptakan Kelas Digital Interaktif Deep Learning
"Kami berharap peralatan ini benar-benar digunakan, dirawat, dan dikembangkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Tujuan akhirnya tentu bagaimana masyarakat semakin produktif dan mandiri," tutur Achmad.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas budidaya padi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi sektor pengolahan pangan PKK demi memajukan perekonomian Desa Padi secara berkelanjutan. (*/fen)
Sumber : Radar Mojokerto