SPPG Beloh, Trowulan Komitmen Perbaiki Variasi Menu hingga Perketat Pengawasan Bahan Baku

Indah Oceananda • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:10 WIB
PERMOHONAN MAAF: PIC SPPG Beloh Ahmad Dhuha saat memberikan keterangan resmi di kantor Jawa Pos Radar Mojokerto, Rabu (12/8).
PERMOHONAN MAAF: PIC SPPG Beloh Ahmad Dhuha saat memberikan keterangan resmi di kantor Jawa Pos Radar Mojokerto, Rabu (12/8).

KABUPATEN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Beloh, Kecamatan Trowulan langsung merespons laporan dari sejumlah sekolah terkait menu yang dinilai kurang diterima penerima manfaat. Pihak SPPG telah berkoordinasi dengan sekolah dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. 

PIC SPPG Beloh Ahmad Dhuha mengatakan, pihaknya segera melakukan evaluasi internal menyeluruh agar standar pelayanan bisa terus diperbaiki. ”Kami sudah koordinasi dengan sekolah-sekolah dan menyampaikan permohonan maaf. Ini menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Dhuha saat memberikan keterangan di kantor Jawa Pos Radar Mojokerto, Rabu (12/8). 

Pedoman SPPG, lanjut dia, adalah angka kecukupan gizi harus sesuai, menunya variatif, dan menggunakan ikan air tawar sebagai variasi. ”Karena kebutuhan ikan air tawar sendiri juga disuplai dari tambak lokal, sehingga dijamin masih segar,” imbuhnya.

Baca Juga: Semangat Kemerdekaan RI, PLN UP3 Mojokerto Sinergi dengan Bapenda Kabupaten Mojokerto dalam Optimalisasi Pajak Daerah

Evaluasi pun dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur dapur. Mulai dari chef, cook helper, kepala dapur, hingga asisten lapangan (aslap) yang menjadi penghubung dengan penerima manfaat. Rapat evaluasi juga dihadiri pihak yayasan. 

”Kami duduk bersama semua divisi, dari pengolahan, pemorsian, sampai ompreng. Koordinator divisi sepakat untuk lebih hati-hati dan memperbaiki variasi menu. Ini tanggung jawab bersama, jadi kami kuatkan tim untuk tidak menyerah dan tetap kompak,” jelasnya. 

Dalam perbaikan tersebut, SPPG juga menertibkan jadwal pengiriman bahan baku. Sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN), bahan harus sudah diterima maksimal pukul 17.00 WIB. ”Tahapan pengiriman bahan sudah kami atur maksimal pukul 5 sore. Saat penerimaan, ahli gizi dan akuntan ikut mengawal. Ini untuk mencegah kendala seperti bahan kurang, terlambat datang, atau rusak,” katanya.

Dhuha menambahkan, koordinasi menu untuk hari berikutnya sudah dilakukan sejak malam dan pagi hari. Dari beberapa laporan yang masuk kemarin (12/8), menu yang disajikan sudah mulai bagus dan disukai siswa. ”Kalau setelah semua upaya ini masih ada yang kurang, kami berkomitmen untuk berusaha lebih maksimal lagi. Kami tidak ingin ini terulang,” tegasnya. 

Ke depan, lanjutnya, SPPG berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan di seluruh tahapan. Mulai dari pengiriman bahan, penerimaan, pengolahan, hingga penyajian. ”Agar program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar dan harapan sekolah,” tandasnya.

Sebelumnya, program MBG di bumi Majapahit kembali menuai sorotan setelah kondisi makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat dinilai tak layak konsumsi. Lauk berupa ikan nila presto yang tampak tidak fresh membuat para penerima manfaat di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan enggan menyantap menu MBG yang dibagikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Beloh, Selasa (11/8).

Salah satunya terjadi di MIS An-Nur Beloh. Dari total 137 siswa penerima manfaat, hanya ada enam ompreng yang disantap para siswa. Namun, menu yang terdiri dari nasi putih, sayur sop, perkedel, ikan nila goreng presto, hingga buah salak itu tak dikonsumsi secara menyeluruh.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, enam ompreng yang disantap tersebut menyisakan lauk ikan nila goreng yang tak disentuh oleh para siswa. ”Yang makan tadi (kemarin, Red) hanya siswa kelas 1, 2, dan 5, itu pun ikannya tidak mau dimakan. Sisanya nggak mau, jadi masih banyak yang utuh ini,” kata Sela Desi Eka Lestari, guru kelas 1 MIS An-Nur Beloh, Selasa (11/8). (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
mbg dikembalikan Sppg mojokerto mbg mojokerto