Soal Pengembalian MBG, SPPG di Mojokerto Berdalih agar Menu Lebih Variatif

Indah Oceananda • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB
TAK DIMINATI: Ratusan ompreng di MIS An-Nur, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan ditumpuk rapi dengan kondisi masih utuh. Siswa dan guru memilih tak menyantap makanan lantaran menu yang disajikan dinilai tak layak konsumsi, Selasa (11/8). (Indah JPRM)
TAK DIMINATI: Ratusan ompreng di MIS An-Nur, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan ditumpuk rapi dengan kondisi masih utuh. Siswa dan guru memilih tak menyantap makanan lantaran menu yang disajikan dinilai tak layak konsumsi, Selasa (11/8). (Indah JPRM) 

SEMENTARA itu, Pengawas Gizi SPPG Beloh, Muhammad Irfan menyatakan, pihaknya sudah menerima adanya pengembalian menu MBG yang disajikan kemarin (11/8). Dia menyebutkan, setidaknya ada tiga lembaga dan posyandu yang menyampaikan komplain terkait penyajian menu. ”Tiga sekolah memilih mengembalikan menu MBG, di antaranya TKN Pembina II Trowulan, MIS An-Nur Beloh, dan RA Khusnul Khotimah. Sama KB Kuncup Harapan itu, posyandu yang di dekat balai desa,” terangnya. 

Dia mengaku penentuan menu tersebut sudah melalui perhitungan takaran gizi yang dibutuhkan penerima manfaat. Termasuk usulan nila goreng presto yang disajikan dalam MBG bagi 1.893 sasaran itu diyakini memiliki gizi yang baik khususnya anak-anak. ”Pertimbangan kami pakai menu nila goreng presto ini biar lebih bervariatif. Karena biasanya menu yang disajikan hanya ayam dan telur,” urai dia. 

Kendati demikian, dengan adanya pengembalian menu MBG dari penerima manfaat ini, pihaknya menyatakan tetap akan mengevaluasi keluhan dari para penerima manfaa. Terlebih, lanjut dia, ini adalah kali pertama menu MBG yang menyasar 18 lembaga dan tiga posyandu itu mendapat keluhan dari penerima manfaat. ”Ini akan jadi evaluasi ke depannya bagi kami untuk bisa menyajikan menu yang lebih baik dengan tetap mempertimbangkan gizi, sehingga bisa dikonsumsi oleh penerima manfaat,” tandasnya. 

Terkait menu yang dikembalikan, pihaknya mengaku akan memberikan MBG tersebut kepada masyarakat sekitar atau relawan, sehingga tetap bisa dikonsumsi alias tidak mubazir. ”Kita bagikan ke masyarakat sekitar yang berkenan atau relawan agar bisa tetap terkonsumsi,” pungkas Irfan. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pengembalian mbg menu aneh Sppg mojokerto mbg mojokerto