Anggaran Revitalisasi Sekolah Rusak di Kabupaten Mojokerto Capai Rp 165 Miliar

Indah Oceananda • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 06:36 WIB
TENGAH DIGARAP: Proses revitalisasi gedung ruang kelas di SDN Ngingasrembyong yang sedang berlangsung, Selasa (4/8). Sekolah ini sebagai salah satu sasaran penerima program revitalisasi satuan pendidikan. (Indah JPRM)
TENGAH DIGARAP: Proses revitalisasi gedung ruang kelas di SDN Ngingasrembyong yang sedang berlangsung, Selasa (4/8). Sekolah ini sebagai salah satu sasaran penerima program revitalisasi satuan pendidikan. (Indah JPRM)

 

-          493 Lembaga Masuk Antrean Perbaikan

-          Sentuh Jenjang PAUD, SMP, hingga SKB 

KABUPATEN - Ratusan sekolah yang mengalami kerusakan masuk dalam daftar antrean rehabilitasi. Sesuai proyeksi awal, rehabilitasi bakal dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Yakni melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Indi Ilmiyah menuturkan, sebelum mendapat program rehab, sekolah-sekolah harus mendaftar lebih dulu melalui data pokok pendidikan (dapodik). 

Pendaftaran tersebut wajib disertai keterangan dan bukti kerusakan. Hasilnya, tahun ini terdapat lima sekolah yang tersentuh program perbaikan. ”Lima lembaga yang telah mendapat revitalisasi ini sebelumnya sudah melalui proses verifikasi,” katanya, kemarin (4/8). 

Sebelumnya, tercatat 498 sekolah di bumi Majapahit diusulkan masuk dalam program revitalisasi dari Kemendikdasmen pada tahap pertama. Kini, sisa 493 lembaga yang belum mendapat jatah perbaikan bakal masuk pada perbaikan tahap kedua. ”Namun, untuk tahap kedua pun belum pasti bisa langsung dapat perbaikan semua,” imbuhnya. 

Dari total 498 yang diusulkan, lanjutnya, 124 di antaranya jenjang PAUD/TK, 286 SD, 87 SMP, dan 1 SKB. Adapun total anggaran yang dibutuhkan untuk program rehab 479 lembaga pendidikan tersebut mencapai Rp 165 miliar.  ’’Dari jumlah itu, 20 persen mengalami rusak berat pada gedungnya,’’ urai Indi. 

Kemungkinan besar perbaikan pada tahap kedua bakal dilakukan tahun depan. Bila ditotal, terdapat 493 sekolah yang masuk dalam daftar antrean perbaikan. ”Kami dari pemda hanya bisa memantau dan membantu verifikasi saja untuk program dari Kemendikdasmen itu,” tandas dia.

Sebelumnya, perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) di sekolah negeri masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemkab Mojokerto. Oleh karena itu, tahun ini disdik merumuskan program revitalisasi dan rehabilitasi. Total terdapat lima sekolah yang telah mendapat perhatian. 

Di antaranya SDN Temon, Kecamatan Trowulan; SDN Sambilawang, Kecamatan Dlanggu; dan SDN Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko. Sedangkan di jenjang SMP, menyentuh SMP Islam Miftahul Khoir Kecamatan Trowulan dan SMP Islam Raden Patah Kecamatan Pungging. Tahap pengerjaan perbaikan sudah dimulai sejak Juni lalu dan ditargetkan tuntas November mendatang. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
anggaran revitalisasi revitalisasi sekolah rusak sekolah rusak sekolah kabupaten mojokerto