- Total Kekurangan Mencapai 1.000 Formasi
- Kebutuhan Tertinggi untuk Guru Kelas dan PAI
KABUPATEN – Distribusi tenaga pendidik di bumi Majapahit terbilang belum ideal. Sebab, masih banyak kursi kosong yang jadwalnya ditambal sulam oleh guru lain. Namun demikian, keran penerimaan calon pegawai negeri sipil (PNS) khusus untuk formasi guru baru akan dibuka tahun depan.
Sedianya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menggulirkan rencana tersebut. Salah satu tujuannya untuk mengatasi kekurangan guru di beberapa wilayah, termasuk di Kabupaten Mojokerto.
Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan (Tendik) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Hanafi Zuhri menuturkan, sinyal penerimaan CPNS tahun depan sejauh ini baru sebatas wacana. ’’Kami belum dapat informasi resmi dari Kemendikdasmen dan masih menunggu untuk kepastiannya,’’ kata dia, kemarin (30/7).
Hanafi menguraikan, totalnya kekurangan guru yang tercatat hingga Juni lalu mencapai sekitar 1.000 formasi. Baik di jenjang SD maupun SMP. Paling banyak guru yang dicari dari guru kelas jenjang SD dan guru PAI jenjang SMP. ’’Sebagian sudah terbantu dengan adanya PPPK, namun juga masih ada yang belum diangkat jadi CPNS,’’ terangnya.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, rencananya Kemendikdasmen bakal melakukan rekrutmen guru besar-besaran. Itu dilakukan untuk mengatasi kekurangan 561 ribu guru di seluruh Indonesia. Adapun rekrutmen CPNS 2027 nantinya berpatokan pada tiga syarat. Meliputi peserta wajib memiliki sertifikat pendidik (serdik) dari program PPG. Kemudian seleksi menggunakan sistem meritokrasi yang menentukan kelulusan murni dari kualitas, mutu, dan nilai kompetensi peserta saat tes.
Artinya, penerimaan guru PNS ini harus berbasis tes, berbasis meritugrafi, sehingga kelulusannya ditentukan oleh kualitas dan mutu para pendaftar tenaga pendidikan PNS. Terakhir, pendaftar harus bersedia ditempatkan mengajar di mana saja. Terutama di daerah pelosok dan terpencil. ’’Informasinya untuk penerimaan dan pengangkatan guru berstatus PNS untuk ditugaskan di daerah-daerah yang mengalami kekurangan tenaga,’’ tandas Hanafi.
Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar menambahkan, pihaknya menyambut baik terkait rencana pemerintah pusat untuk membuka formasi CPNS guru pada tahun 2027. Terlebih, langkah ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan guru di berbagai daerah.
’’Harapan kami, kebijakan tersebut benar-benar dapat menjawab kekurangan tenaga pendidik, khususnya di daerah yang masih mengalami keterbatasan guru, sehingga pemerataan layanan pendidikan semakin baik. Tentu kami juga berharap penetapan formasi nantinya disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing daerah agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto