SDN Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Bentuk Karakter Anak dengan Menerapkan 7 KAIH dan 5S

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:07 WIB
PENYAMBUTAN: Kepala Sekolah SDN Banjartanggul Laila Nur Alfiyah, S.Pd, memakaikan atribut sekolah sebagai tanda siswa siap menempuh pendidikan sekolah dasar selama 6 tahun.
PENYAMBUTAN: Kepala Sekolah SDN Banjartanggul Laila Nur Alfiyah, S.Pd, memakaikan atribut sekolah sebagai tanda siswa siap menempuh pendidikan sekolah dasar selama 6 tahun. 

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SDN Banjartanggul, Kecamatan Pungging sukses digelar. ’’Sejak tanggal 13-17 Juli 2026 sebanyak 26 siswa telah mengikuti MPLS,’’ kata Kepala Sekolah SDN Banjartanggul Laila Nur Alfiyah, S.Pd, kemarin (30/7). 

Dengan mengusung tema Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah diharapkan para siswa yang baru dengan langkah yang pasti di SDN Banjartanggul ini, mereka dari fondasi yang dasar selama 6 tahun sudah ada bekal dalam rangka MPLS untuk menuju dan mencapai cita-cita. 

’’Makanya, dalam penutupan MPLS ada balon cita-cita. Mereka menempelkan cita-cita di balon. Dengan harapan mereka bisa mencapai cita-cita setinggi langit, mereka bisa sukses, mereka bisa menjadi putra-putri generasi harapan bangsa dengan pendidikan yang lebih bermutu lagi,’’ tandasnya. 

Laila menjelaskan, selama MPLS berlangsung para siswa baru mendapat beberapa materi dan program edukasi yang menyenangkan. Meliputi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat bergizi, bermasyarakat, tidur cepat, serta materi terkait 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). 

Dengan materi yang didiberikan, diharapkan murid baru menjadi anak-anak yang lebih berkarakter dan peduli terhadap lingkungan sekolah dan teman. ’’Dengan penerapan materi tersebut, anak-anak siswa kelas 1 dengan siswa kelas lainnya bisa saling menghargai satu sama lainnya, sehingga bisa menciptakan lingkungan belajar yang positif,’’ imbuhnya. 

Menurutnya Laila, hal yang terpenting adalah siswa baru bisa menerapkan di rumah, karena waktu di rumah dinilai lebih lama. ’’Karena pendidikan yang pertama adalah di rumah masing-masing dengan orang tua,’’ bebernya. 

Ia menambahkan, dalam sesi penutupan MPLS, Sabtu (18/7) lalu, dihadiri siswa TKN Pembina 1 Pungging, kepala sekolah, dan Kepala Desa Banjartanggul. Dalam hal ini turut dimeriahkan penampilan tari cendani oleh para siswa. ’’Dengan penampilan ini, kami ingin menunjukkan ekstrakurikuler serta memotivasi anak-anak untuk meningkatkan minat, bakat, dan keberanian mereka,’’ pungkasnya. (dik/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
mpls mojokerto mpls ramah SDN Banjartanggul dispendik kabupaten mojokerto