SMAN 1 Pacet resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun 2026 selama lima hari pada 13-17 Juli lalu. Kegiatan yang diikuti ratusan siswa baru ini lebih menekankan terhadap pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, dan kepedulian.
Dimulai dengan Deklarasi MPLS Ramah 2026 bersama seluruh dewan guru dan pengurus OSIS, sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Materi yang diberikan dalam MPLS juga beragam. Meliputi wawasan kebangsaan oleh anggota TNI, MPLS Ramah di dalam kelas, sesi diskusi kelompok antarsiswa baru, giat aman selamat (Gamas) berupa edukasi tertib lalu lintas di gerbang sekolah, hingga sosialisasi dari Bawaslu terkait pendidikan politik dan demokrasi bagi pelajar.
Kepala SMAN 1 Pacet Nasiruddin menyampaikan, konsep MPLS Ramah sengaja diusung agar siswa baru merasa nyaman dan tidak ada perundungan. ”MPLS di SMAN 1 Pacet kami kemas dengan nama MPLS Ramah. Tujuannya, agar siswa baru langsung merasa menjadi keluarga dan kami ingin menanamkan karakter disiplin, cinta tanah air, peduli lingkungan, dan berwawasan kebangsaan sejak hari pertama masuk sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran TNI dan Bawaslu dalam MPLS ini untuk memberi wawasan lebih luas kepada siswa. Sekaligus pentingnya menjaga kolaborasi dengan pihak eksternal. ”Menjadi pelajar tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga harus paham aturan, disiplin, dan punya semangat nasionalisme,” lanjutnya.
Melalui kegiatan diskusi dan Gamas, siswa juga dilatih berpikir kritis, bekerja sama, serta memahami pentingnya keselamatan diri. ”Harapan kami, lulusan SMAN 1 Pacet bukan hanya cerdas, tapi juga berakhlak, berkarakter, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan,” pungkas Nasirudin. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto