MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 menjadi sarana siswa baru SDN Menanggal, Kecamatan Mojosari, beradaptasi dengan lingkungan baru secara menyenangkan. Di sisi lain, masa orientasi juga menjadi momentum guru membangun ikatan emosional dengan murid dan mengenali potensi masing-masing.
Kepala SDN Menanggal Kholifud mengatakan, MPLS Ramah 2026 diikuti seluruh siswa baru yang berjumlah 68 siswa, terdiri dari 32 siswa perempuan dan 36 laki-laki. Mereka diajak mengenal fasilitas, tata tertib, dan warga sekolah. Berbagai materi pengenalan, lanjutnya, dikemas dalam bentuk permainan edukatif lewat kegiatan bernyanyi, mendongeng, hingga aktivitas bergerak bersama. ’’Suasana MPLS dibuat hangat agar siswa merasa aman dan diterima di lingkungan baru,’’ tuturnya.
Kholifud berujar, seluruh kegiatan digelar dengan berpatokan pada prinsip ramah anak, menyenangkan, edukatif, dan bebas dari perpeloncoan. Sebab, lanjutnya, MPLS memiliki tujuan untuk membantu siswa beradaptasi secara bertahap dari pola belajar PAUD/rumah ke pola belajar SD. ’’Terutama dengan adanya kebijakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, MPLS dirancang agar anak tidak kaget saat berpindah ke jenjang SD,’’ ungkapnya.
Selain itu, selama MPLS guru juga melakukan asesmen ringan dengan mengamati potensi, minat, dan kesiapan dasar murid. Penggalian profil itu dilakukan tanpa tes akademik yang memberatkan siswa. Cara ini membantu guru dalam memetakan gaya belajar dan kebutuhan khusus murid sejak dini. ’’MPLS juga untuk membangun ikatan emosional yang positif antara guru dan siswa serta antarsesama siswa,’’ terangnya.
Kholifud berharap, melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada momen awal pembelajaran, siswa memiliki kesiapan mental untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) rutin dengan rasa percaya diri dan tanpa rasa cemas. Tak hanya itu, mereka juga diharapkan mampu berpartisipasi aktif dengan tidak ragu untuk bertanya, menjawab, dan berinteraksi saat proses pembelajaran berlangsung. ’’Kemudian kelas yang kondusif dengan terciptanya iklim kelas yang saling menghargai dan mendukung proses belajar harian,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto