UNTUK mendorong lahirnya siswa berprestasi, SDN Mojosari menekankan pentingnya membangun lingkungan belajar yang nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Langkah ini diwujudkan lewat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dirancang untuk menanamkan beragam pembiasaan positif bagi 112 siswa baru.
Kepala SDN Mojosari Margotiono memaparkan, masa orientasi kali ini mengusung konsep hari baru, aman, dan nyaman di sekolah dan tema besar MPLS Ramah 2026. Selain warga sekolah, petugas kesehatan Puskesmas Mojosari hingga Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mojokerto dilibatkan untuk menyukseskan MPLS ini.
”Tujuan utamanya adalah menghadirkan konsep MPLS Ramah yang berfokus pada pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan tentunya menggembirakan,” jelasnya. Selama sepekan pelaksanaan, para peserta didik baru tidak sekadar diajak tur keliling sekolah.
Mereka juga dilibatkan dalam serangkaian kegiatan edukatif dan pembiasaan positif. Mulai dari penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), literasi bijak bermedia sosial, hingga beragam permainan edukatif. Pembiasaan nilai positif ini konsisten dilakukan SDN Mojosari.
Tak ayal, para siswanya tampil di sejumlah ajang penting dan bergengsi. Salah satunya karya kreasi siswa SDN Mojosari dipajang dalam Gebyar Kreativitas Anak yang dihelat di GOR Surya Kencana, Selasa (28/7).
Event peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 hasil kolaborasi Pemkab Mojokerto dengan Konsulat Jenderal Australia. Melalui MPLS ini, pihak sekolah optimistis mampu mencetak generasi unggul, berakhlak, dan berprestasi. ”Harapannya, melalui pelaksanaan MPLS ini peserta didik tetap semangat, merasa nyaman, aman, dan senang belajar. Sehingga bisa menjadi fondasi mereka untuk tumbuh menjadi anak yang berkarakter dan berprestasi di SDN Mojosari,” pungkasnya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto