Cerita dimulai dari murid kelas 7. Bagi mereka, minggu pertama di sekolah ini identik dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut dirancang supaya transisi terasa hangat, sehingga siswa lebih percaya diri dalam melangkah sebagai bagian dari keluarga besar SMPN 3 Mojokerto.
Berbeda untuk kelas 8 dan 9. Sekolah menghadirkan program bernama Masa Penguatan Budaya Sekolah (MPBS) selama satu minggu. ”Kalau MPLS tentang ”kenalan”, MPBS adalah kegiatan ”menyegarkan kembali”,” kata Kepala SMPN 3 Mojokerto Redjo, kemarin (27/7).
Nilai semangat dan budaya positif yang sudah dibangun sejak tahun ajaran sebelumnya, diperkuat lagi agar tetap menjadi pembiasaan. MPBS mencairkan suasana setelah libur sekolah dan menjadi pemanasan sebelum menjalani kegiatan berikutnya. ”Di sesi ini, murid diajak belajar tanggung jawab dan kekompakan sejak dini. Semua dibicarakan serta disepakati bersama,” imbuhnya.
Ada pula matrikulasi asesmen diagnostik literasi dan numerasi. Kegiatan ini penting sebagai pemetaan awal, agar guru lebih mengetahui sejauh mana kemampuan literasi murid di kelas lanjutan. Di samping itu, ada kegiatan keagamaan, sosialisasi tata tertib sekolah, dan pembiasaan budaya sekolah.
Menariknya, para guru turut mengikuti kegiatan Pendampingan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) difokuskan pada evaluasi dan akselerasi kesiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan ini dipandu Pengawas SMP Suwar, S.Pd. Dari forum ini, disusun langkah-langkah strategis supaya kualitas pembelajaran terus melaju, bermakna, dan menyenangkan.
”Bersama kita wujudkan sekolah yang berbudaya positif, nyaman, aman, dan berprestasi. Semangat inilah yang menjadi bahan bakar SMPN 3 Mojokerto dalam melangkah memasuki tahun ajaran baru 2026/2027,” tandas Rejo. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto