SMPN 1 Dlanggu Tanamkan Tujuh KAIH hingga Literasi Digital

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 20:10 WIB
MASA ADAPTASI: Siswa baru SMPN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto mengikuti kegiatan MPLS Ramah 2026.
MASA ADAPTASI: Siswa baru SMPN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto mengikuti kegiatan MPLS Ramah 2026.

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto diisi dengan berbagai kegiatan positif. Para siswa baru mendapat materi pengenalan seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) hingga literasi digital agar bijak dalam bermedia sosial. 

Kepala SMPN 1 Dlanggu Eka Wahyu Hidayati mengatakan, kegiatan MPLS Ramah tahun ini digelar selama lima hari. Pada hari pertama, seluruh siswa baru mengikuti kegiatan salam sapa murid, upacara bendera, pengenalan diri, wawasan wiyata mandala, serta pengenalan 7 KAIH. ”Setelah itu anak-anak juga diajak mengenal lingkungan dan melakukan pembiasaan positif melalui materi Aku dan Sekolahku, Aku dan Sekitarku, refleksi, dan salat Duhur berjamaah,” tuturnya. 

Kegiatan pengenalan lingkungan dilanjutkan pada hari kedua dengan materi Budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), pertemuan Pagi Ceria, hingga pemeriksaan kesehatan berupa cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas.

Eka menambahkan, pembentukan karakter anak juga dilakukan melalui pengenalan gerakan Gerakan Rukun Sama Teman (GRST). ”Kami juga memberi pembekalan siaga bencana kepada anak-anak dengan menggandeng BPBD,” imbuhnya. 

Di samping penanaman karakter, sekolah juga memetakan bakat dan minat siswa baru melalui sejumlah instrumen penilaian di hari ketiga. Antara lain identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid, asesmen literasi, asesmen numerasi, serta identifikasi bakat dan minat. ”Ada kegiatan inagurasi dan pengenalan ekstrakurikuler juga di hari terakhir yang nanti bisa diikuti siswa untuk menyalurkan bakat dan minat,” ulas Eka. 

Di sisi lain, sebagai bentuk respons terhadap perkembangan zaman, siswa juga mendapat materi literasi digital mengenai sopan dan santun dalam bermedia sosial serta bahaya Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya). ”Anak-anak juga diajak mengenal budaya lokal Mojokerto, khususnya tentang Majapahit, dan kebiasaan cinta lingkungan hingga pengenalan kurikulum melalui penumbuhan motivasi, semangat, dan cara belajar yang efektif,” jelasnya. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
mpls mojokerto mpls ramah dinas pendidikan kabupaten mojokerto smpn 2 dlanggu