SMPN 2 Pacet Terapkan Konsep Joyful Learning, Wujudkan School Well-Being

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 20:08 WIB

 

SIAP BELAJAR: Siswa baru SMPN 2 Pacet, Kabupaten Mojokerto mengikuti kegiatan MPLS Ramah 2026 .
SIAP BELAJAR: Siswa baru SMPN 2 Pacet, Kabupaten Mojokerto mengikuti kegiatan MPLS Ramah 2026. 

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 2 Pacet, Kabupaten Mojokerto berfokus membantu siswa baru beradaptasi sekaligus menanamkan budaya sekolah yang inklusif dan berwawasan lingkungan. Lahirnya siswa yang siap belajar, nyaman berproses, dan bangga berprestasi menjadi harapan dari kegiatan orientasi ini. 

Kepala SMPN 2 Pacet Sutomo menjelaskan, sebanyak 94 siswa baru berpartisipasi dalam MPLS Ramah 2026. Dibagi dalam tiga rombongan belajar (rombel), jumlah tersebut dinilai ideal dan proporsional untuk menjalankan pembelajaran yang berfokus pada joyful learning, pendampingan karakter, dan well-being. ”Konsep dan materi MPLS kami rancang berorientasi pada transisi yang edukatif, ramah anak, dan menyenangkan (joyful learning),” ujarnya. 

Kegiatan MPLS difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, educative dan joyful transition dengan mengemas pengenalan sekolah melalui pendekatan interaktif, permaian edukatif, diskusi partisipatif, dan menghindari segala bentuk perpeloncoan atau tugas yang memberatkan. 

Kedua, konsep student goal setting dengan mendorong siswa baru sejak dini untuk mengenali potensi diri, memetakan harapan, dan menyusun target belajar individu selama jenjang SMP. 

Selanjutnya yang ketiga environment dan school well-being, yakni membangun kesadaran akan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas dari perundungan (zero bullying). Adapun berbagai materi yang diberikan mencakup pengenalan budaya dan lingkungan sekolah, penumbuhan karakter dan profil pelajar Pancasila, well-being dan sekolah ramah anak, serta orientasi cara belajar dan goal setting. 

”Prinsip utama dari pilar-pilar materi itu adalah menciptakan kesan pertama yang hangat dan aman, sehingga siswa baru merasa bangga dan siap menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 2 Pacet,” tutur Sutomo. 

Menurutnya, aspek yang ditekankan selama MPLS memiliki tujuan membangun kemandirian belajar siswa, menghilangkan kesenjangan dan rasa canggung, serta menyelaraskan gaya belajar. Harapannya ketika memasuki pembelajaran aktif, siswa memiliki motivasi dan target belajar yang jelas, mampu berpikir kritis dan kolaboratif, merasa aman dan nyaman tanpa takut berbuat salah, serta memiliki ketahanan belajar. 

”Harapan akhirnya adalah lahirnya siswa yang Siap Belajar, Nyaman Berproses, dan Bangga Berprestasi, yaitu seorang pembelajar sepanjang hayat yang aktif, berkarakter, dan berdaya saing di SMPN 2 Pacet,” tandasnya. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
mpls mojokerto mpls ramah dinas pendidikan kabupaten mojokerto SMPN 2 Pacet