SMKN 1 Trowulan memulai tahun ajaran baru dengan paket kebijakan baru. Melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, sekolah meluncurkan program PAPATIKA alias pungut sampah tiket pulang sekolah, membiasakan minum air putih dengan galon terpusat, serta menerapkan budaya literasi digital yang bijak di lingkungan sekolah.
Program PAPATIKA diperkenalkan langsung kepada seluruh peserta didik baru. Siswa diminta memungut dan memilah sampah sebelum pulang. Sampah organik dibuang ke tempat sampah hijau, dan sampah anorganik ke tempat sampah biru. Untuk mendukung gaya hidup sehat dan mengurangi sampah plastik, sekolah juga menyediakan galon air minum terpusat di beberapa titik. Siswa diimbau membawa tumbler dari rumah.
Selain budaya bersih dan sehat, SMKN 1 Trowulan juga menata budaya digital. Sekolah menerapkan pembatasan penggunaan gawai selama kegiatan belajar mengajar (KBM). Gawai hanya boleh digunakan untuk keperluan pembelajaran dan di bawah pengawasan guru.
’’Tujuannya agar siswa lebih fokus, aktif berinteraksi, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Guna tetap menjaga komunikasi dengan orang tua, sekolah menyediakan layanan call center dan mewajibkan setiap wali kelas membuka akses kontak. Dengan begitu, informasi penting tetap tersampaikan tanpa mengganggu proses belajar di kelas,’’ ujar Kepala SMKN 1 Trowulan Masruroh.
Dia menegaskan, semua kebijakan ini adalah bagian dari pembentukan karakter. PAPATIKA menjadi budaya baru di SMKN 1 Trowulan. Sebab aksi kecil ini akan menentukan lingkungan bersih esok hari. Melalui MPLS, ia menanamkan tanggung jawab menjaga sekolah ada di tangan siswa.
’’Kami ajarkan siswa bijak menggunakan gawai saat pembelajaran. Jika orang tua perlu menghubungi, silakan lewat call center sekolah atau wali kelas. Komunikasi tetap lancar, tapi proses belajar juga tidak terganggu,” tambahnya.
Melalui MPLS, siswa baru juga dikenalkan dengan visi Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara dan Gerakan Sekolah Sehat. Diharapkan, seluruh warga sekolah memulai perubahan dari diri sendiri. Seluruh program ini tetap berkelanjutan setelah MPLS, sehingga menjadi identitas dan budaya SMKN 1 Trowulan. ”Kami ingin lulusan SMKN 1 Trowulan tidak hanya kompeten di bidang keahlian, tapi juga disiplin, bertanggung jawab, sehat, dan punya kepedulian lingkungan. Disiplin Bisa Hebat,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto