SMAN 3 Mojokerto Gulirkan Pembiasaan dan Pembentukan Karakter Siswa

Indah Oceananda • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:20 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Dua perwakilan peserta didik baru didampingi Kepala SMAN 3 Mojokerto membawa bibit tanaman saat upacara pembukaan MPLS di halaman sekolah, Senin (13/7).
PEDULI LINGKUNGAN: Dua perwakilan peserta didik baru didampingi Kepala SMAN 3 Mojokerto membawa bibit tanaman saat upacara pembukaan MPLS di halaman sekolah, Senin (13/7).

SEBANYAK 318 peserta didik baru SMAN 3 Mojokerto mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan yang mengusung tema MPLS Ramah itu dilaksanakan selama 5 hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. 

MPLS secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 3 Mojokerto Silfi Ariani. Dia menegaskan MPLS bukan ajang perpeloncoan, melainkan sarana pengenalan lingkungan dan pembentukan karakter siswa. ”MPLS ini untuk mengenalkan budaya sekolah, menumbuhkan kedisiplinan, dan menciptakan rasa aman serta nyaman bagi siswa baru,” ujarnya saat pembukaan, Senin (13/7) lalu. 

Selama kegiatan, siswa mendapatkan sejumlah materi. Antara lain, materi pembentukan karakter dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, bijak bermedia sosial oleh Komunitas Youtuber Mojokerto, serta materi pengenalan Kurikulum Merdeka yang disampaikan guru SMAN 3 Kota Mojokerto. 

Selain materi di kelas, sekolah juga membiasakan budaya 5S kepada siswa baru. Yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Tidak hanya itu, siswa juga dibiasakan menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

NILAI KARAKTER: Ratusan peserta didik baru SMAN 3 Mojokerto mengikuti kegiatan pembekalan wawasan tentang tata tertib, budaya sekolah, dan nilai-nilai karakter.
NILAI KARAKTER: Ratusan peserta didik baru SMAN 3 Mojokerto mengikuti kegiatan pembekalan wawasan tentang tata tertib, budaya sekolah, dan nilai-nilai karakter.

”Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, peserta MPLS juga diajak melakukan penanaman tanaman di lingkungan sekolah. Kegiatan ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan sekolah,” tuturnya. 

Untuk mengenalkan potensi siswa, pihak sekolah juga memperkenalkan 26 ekstrakurikuler yang ada di SMAN 3. Mulai bidang olahraga, seni, kerohanian, hingga bidang akademik. Rangkaian MPLS ditutup dengan kegiatan outbond guna melatih kekompakan dan kerja sama. 

Selain pemberian materi dan program pembiasaan, SMAN 3 Mojokerto juga mengadakan tes diagnostik, yang bisa mengukur bakat, minat dan karakter peserta didik. ”Dengan tes diagnostik, SMAN 3 Mojokerto berharap bisa memetakan potensi peserta didik,” imbuhnya. Ia berharap, melalui MPLS Ramah ini siswa baru dapat lebih cepat beradaptasi dan memiliki karakter yang kuat untuk menempuh pendidikan di SMAN 3 Mojokerto. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
Cabdindik Kabupaten dan Kota Mojokerto mpls mojokerto sman 3 mojokerto