DI balik pelaksanaan apel pagi dan pengenalan lingkungan sekolah, terselip pesan penting bagi seluruh peserta didik baru. Melalui kegiatan MPLS Ramah, siswa kelas X tidak hanya diajak mengenal sekolah, tetapi juga dipersiapkan secara mental dan karakter untuk menjadi lulusan yang kompeten.
’’Hari pertama ini adalah langkah awal. Kami ingin anak-anak memahami bahwa SMK adalah tempat menempa diri. Bukan hanya pintar di teori, tapi juga terampil dan berkarakter,’’ ujar Kepala SMKN 1 Kemlagi Irni Istiqomah saat membuka kegiatan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan masa tiga tahun pendidikan di SMK merupakan tahapan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi dunia kerja. ’’Melalui MPLS ini kami menanamkan nilai disiplin, kompetensi, dan karakter. Kami berharap, setelah lulus nanti, peserta didik siap untuk bekerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun berwirausaha,’’ tegasnya.
Adapun rangkaian kegiatan diisi dengan materi wawasan SMK Pusat Keunggulan, pengenalan visi dan misi sekolah, pencegahan bullying dan narkoba, pengenalan kompetensi keahlian, K3, literasi digital, serta pelatihan baris-berbaris.
’’Setiap materi yang kami susun punya tujuan. Dari wawasan industri, K3, hingga literasi digital. Semua itu agar siswa kami tidak gagap ketika nanti masuk ke dunia kerja dan industri,’’ jelas dia.
Selain materi di kelas, juga dilaksanakan kegiatan outbond dan pentas seni untuk menumbuhkan kekompakan dan kreativitas peserta didik. ’’Kami tidak ingin MPLS hanya diisi ceramah. Ada outbond, ada pentas seni, ada demonstrasi jurusan. Tujuannya agar siswa baru cepat akrab, kompak, dan berani menunjukkan potensi dirinya,’’ tambahnya.
Dengan mengusung konsep MPLS Ramah, SMKN 1 Kemlagi berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan produktif. ’’Sekolah ini harus ramah, bebas bullying, dan mendukung tumbuh kembang siswa. Kami ingin melahirkan lulusan SMKN 1 Kemlagi yang berdaya saing, berakhlak, dan dibanggakan orang tua serta industri,’’ tutup Irni. (oce/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto