SDN Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, Tumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan dengan Menanam TOGA

Martda Vadetya • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 01:42 WIB
PARTISIPATIF: Para siswa baru SDN Kedunguneng, Kecamatan Bangsal diajak praktik menanam TOGA.
PARTISIPATIF: Para siswa baru SDN Kedunguneng, Kecamatan Bangsal diajak praktik menanam TOGA.

MENYAMBUT 12 siswa baru, SDN Kedunguneng, Kecamatan Bangsal menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikemas dengan serangkaian kegiatan belajar menyenangkan. Para peserta didik baru ditanamkan sikap peduli lingkungan dengan menanam TOGA (tanaman obat keluarga) yang diusung dalam masa orientasi kali ini. 

Kepala SDN Kedunguneng M. Ma’ruf, S.Pd, menuturkan, MPLS yang berlangsung pada 13-17 Juli ini mengusung tema Menanam TOGA: Tanam, Rawat, Manfaatkan, Lestarikan, dari konsep besar MPLS Ramah 2026. 

Pendekatan pada proyek menanam TOGA ini dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan berbasis praktik. ”Kami ingin menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga diajak praktik langsung menanam, merawat, dan memahami manfaat tanaman obat bagi kesehatan,” terangnya. 

Ia menjamin, pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang bebas dari perpeloncoan. Metode pengenalan lingkungan dikemas semenyenangkan mungkin melalui permainan, lagu, dan cerita. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga wali murid, turut dilibatkan agar proses adaptasi siswa selaras antara di rumah dan di sekolah. 

KOMPAK: Para siswa baru bersama jajaran guru SDN Kedunguneng, Kecamatan Bangsal usai menjalani MPLS Ramah 2026.
KOMPAK: Para siswa baru bersama jajaran guru SDN Kedunguneng, Kecamatan Bangsal usai menjalani MPLS Ramah 2026.

​Tak sekadar menanam, lanjut Ma’rif, program unggulan ini juga diintegrasikan dengan pendidikan karakter. Pembentukan moral siswa diaplikasikan langsung melalui pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), serta Gerakan ASRI.

Pihaknya berharap, metode pembelajaran partisipatif tersebut mampu membuat siswa merasa nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Sehingga peserta didik memiliki karakter positif yang berani belajar, tidak takut bertanya, dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman. ​

”Tanamkan kebiasaan disiplin, saling menghormati, dan merawat tanaman yang telah ditanam selama MPLS. Kami berharap, anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi siswa yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan, sehat, dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (vad/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
mpls ramah mpls mojokerto 2026 sdn kedunguneng kecamatan bangsal dinas pendidikan kabupaten mojokerto