SDN Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Mengusung konsep MPLS Ramah, kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini dikemas secara edukatif, menyenangkan, dan penuh makna.
Kepala SDN Pacing Ainiatuzzakiyah, S.Pd., mengungkapkan, MPLS tak sekadar diisi dengan penyampaian materi dan tata tertib sekolah. Menurutnya, pengenalan lingkungan sekolah juga dirancang melalui serangkaian aktivitas langsung yang membangun karakter serta keakraban.
Pada hari pertama Senin (13/7), seluruh peserta didik baru langsung diajak untuk mengenal lingkungan sekolah. Para kesempatan tersebut, para siswa sekaligus melakukan aksi nyata melalui tanam pohon bersama dengan tema Satu Anak Satu Pohon. ’’Bibit yang ditanam menjadi simbol pertumbuhan sekaligus wujud kepedulian sejak dini terhadap kelestarian alam lingkungan sekolah,’’ tuturnya.
Memasuki hari kedua, kegiatan MPLS difokuskan pada pembentukan sikap dan perilaku melalui pengenalan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). ’’Materi ini disampaikan dengan cara bermain bersama teman sebaya, sehingga nilai-nilai keramahan dan kesopanan dapat terserap dengan riang tanpa terasa kaku,’’ ulasnya.
Selanjutnya, perhatian dialihkan pada kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui kegiatan pemilahan sampah. Pada hari ketiga MPLS ini, para siswa diajak untuk membedakan jenis sampah organik maupun anorganik, serta memahami manfaat dari pengelolaan sampah yang benar bagi kehidupan sehari-hari.
Ainiatuzzakiyah memaparkan, rangkaian kegiatan MPLS kembali dilanjutkan dengan kegiatan jelajah lingkungan. Melalui aktivitas pada hari keempat ini, peserta didik berkeliling mengenali fasilitas sekolah serta wilayah sekitar tempat tinggal mereka guna memperluas wawasan dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
Tak hanya itu, SDN Pacing juga menggelar sesi parenting sebagai penutup rangkaian kegiatan pada hari kelima, Jumat (17/7). Momen ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penyamaan persepsi antara pihak sekolah dan orang tua murid dalam membangun kerja sama yang kuat dalam mendampingi anak-anak selama menempuh pendidikan.
Ainiatuzzakiyah menyatakan, seluruh rangkaian kegiatan MPLS berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta didik, guru, maupun orang tua. ’’Kami ingin pengenalan sekolah membangun rasa cinta, tanggung jawab, dan kebersamaan melalui pengalaman langsung. Harapannya, anak-anak datang dengan gembira dan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter serta peduli lingkungan,’’ harapnya. (ram/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto