DARI ’’Pagi Ceria’’ hingga ’’Unjuk Bakat’’, SMPN 2 Bangsal merancang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2026 sebagai ruang tumbuh. Selama 5 hari, ratusan siswa baru tidak hanya dikenalkan dengan gedung dan guru, tapi juga dibekali literasi, numerasi, karakter, hingga kewaspadaan terhadap bahaya NAPZA.
’’Kami ingin MPLS ini jadi pengalaman pertama yang membekas. Anak-anak datang dengan rasa penasaran, pulang dengan rasa bangga dan percaya diri,’’ kata Iwan Happy Usmarasima, Kepala SMPN 2 Bangsal saat membuka kegiatan, Senin (13/7).
Masa pengenalan di SMPN 2 Bangsal digelar 13-17 Juli 2026 dengan konsep MPLS Ramah. Hari pertama diisi Wawasan Wiyata Mandala, pengenalan fasilitas sekolah ’’Aku dan Sekolahku’’, hingga materi Sekolahku ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Memasuki hari kedua, fokus beralih ke penguatan karakter. Siswa mengikuti materi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), serta lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menggembirakan.
Hari ketiga dan keempat diisi kegiatan akademik dan sosial. Siswa mengerjakan instrumen 15 soal literasi dan numerasi, mengidentifikasi bakat dan minat, serta mendapat pembekalan ’’Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama’’ tentang rukun dengan teman dan santun bermedia sosial.
Puncak kegiatan pada hari terakhir MPLS, Jumat (17/7) lalu. Siswa menampilkan unjuk bakat dan minat, dilanjutkan demonstrasi ekstrakurikuler sebelum ditutup dengan upacara penutupan. ’’Tujuan akhirnya satu, menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan sehat. Insya Allah tiga tahun ke depan mereka akan tumbuh jadi anak-anak hebat,’’ tandas Iwan. Seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan secara inklusif dan bebas biaya, sesuai semangat MPLS Ramah 2026. (oce/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto