Yayasan Perguruan Tamansiswa Mojokerto, Bentuk Campursari Ngesti Buwono, Cetak Pengrawit Muda

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 05:46 WIB
URI-URI BUDAYA: Penampilan para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Campursari Ngesti Buwono SMP Tamansiswa Mojokerto. Program ini sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pelestarian seni tradisional Jawa.
URI-URI BUDAYA: Penampilan para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Campursari Ngesti Buwono SMP Tamansiswa Mojokerto. Program ini sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pelestarian seni tradisional Jawa.

EKSTRAKURIKULER Campursari Ngesti Buwono di SMP Tamansiswa Mojokerto terus menunjukkan perannya sebagai wadah pembinaan sekaligus pelestarian seni tradisional Jawa. Sejak berdiri pada 2022, kelompok ini telah melahirkan sejumlah pengrawit muda yang tetap berkarya setelah menamatkan pendidikan di SMP.

Para alumni Ngesti Buwono umumnya melanjutkan kiprah bermusik di SMA dan SMK Tamansiswa Mojokerto melalui grup Swara Dewantara. Dengan demikian, proses pembinaan seni berlangsung secara berkesinambungan di bawah naungan Perguruan Tamansiswa Mojokerto. ’’Sebetulnya Ngesti Buwono dan Swara Dewantara menjadi satu kesatuan dalam pembinaan seni di Perguruan Tamansiswa Mojokerto. Saat lulus dari SMP, sebagian besar siswa melanjutkan bergabung di Swara Dewantara,’’ ujar Ki Suradiyana.

Saat ini, ekstrakurikuler Campursari Ngesti Buwono memiliki dua grup aktif dengan pembinaan yang berada di bawah tanggung jawab Kepala SMP Tamansiswa Mojokerto. Meski tergolong baru, kiprah Ngesti Buwono telah menjangkau berbagai daerah di Jawa Timur. Grup ini pernah tampil di sejumlah kabupaten, di antaranya Magetan, Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo. Berbagai penampilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi duta pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan seni campursari kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Tamansiswa Mojokerto berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai gamelan dan campursari, sehingga warisan budaya bangsa tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. (rif/fen/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
jawa pos radar mojokerto award 2026 yayasan perguruan tamansiswa mojokerto ngesti buwono jawa pos radar mojokerto