MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 menjadi momen yang bermakna bagi peserta didik baru SDN Watesnegoro 2, Kecamatan Ngoro. Tak sekadar diisi kegiatan pengenalan, para peserta juga mendapat bekal berupa edukasi dan wawasan tentang lingkungan di lembaga berpredikat Sekolah Adiwiyata ini.
Mengusung tema Berakhlak, Berbudaya Lingkungan, Berprestasi, MPLS diawali dengan menggelar upacara pembukaan pada Senin (13/7). Kegiatan hari pertama ini dikemas dengan pengenalan diri, teman, dan guru, kemudian tur sekolah, hingga menanam harapan di pohon. ”Kami menekanan MPLS pada edukasi lingkungan Adiwiyata,” ungkap Kepala SDN Watesnegoro 2, Pairan, S.Pd.
Menyandang status sebagai Sekolah Adiwiyata, SDN Watesnegoro 2 menerapkan sejumlah kebiasaan yang berwawasan lingkungan di sekolah. Selama MPLS, pembiasaan-pembiasaan ini dikenalkan kepada peserta didik baru. ”Selain mengenalkan lingkungan sekolah pada umumnya, kami juga mengedukasi anak-anak tentang kantin sehat yang menyediakan jajanan tanpa bahan pengawet hingga bebas kemasan plastik sekali pakai,” tandasnya.
Peserta didik juga dibiasakan untuk membawa wadah makanan dan tumbler air minum sendiri untuk menekan produksi sampah di sekolah. Di samping itu, sejak dini siswa dilatih untuk bijak menggunakan energi dan air. ”Salah satunya saat anak-anak wudu, airnya juga ditempatkan dalam wadah dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman,” ulasnya.
Pembentukan karakter berbudaya lingkungan juga dijadikan sebagai rangkaian penutup MPLS pada Jumat (17/7). Peserta didik diajak untuk menanam pohon yang bertujuan menciptakan lingkungan yang ASRI (aman, sehat, resik, dan indah). ”Kami menyediakan bibit yang selama ini telah disiapkan oleh kakak-kakak kelas, kemudian kami tularkan dengan gerakan penanaman pohon kepada adik-adik siswa baru bersama wali murid kelas I,” pungkasnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto