SDN Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, Tumbuhkan Pribadi Berakhlak Mulia, Percaya Diri, dan Bertanggung Jawab

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:08 WIB
KELUARGA BARU: Kepala SDN Kwatu Sisniawati bersama para guru pengajar dan siswa baru peserta MPLS Ramah 2026.
KELUARGA BARU: Kepala SDN Kwatu Sisniawati bersama para guru pengajar dan siswa baru peserta MPLS Ramah 2026.

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 menjadi sarana siswa baru SDN Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Melalui berbagai pembiasaan positif yang ditanamkan sejak dini, murid diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab.

Kepala SDN Kwatu Sisniawati mengatakan, MPLS Ramah 2026 mengusung konsep pembelajaran yang menyenangkan, aman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Seluruh kegiatan dirancang agar siswa baru merasa nyaman saat berada di lingkungan sekolah. Materi yang diberikan antara lain, pengenalan warga sekolah, lingkungan dan budaya sekolah, tata tertib, pembiasaan positif, serta penguatan karakter.

Selain itu, anak-anak juga diajari pola hidup bersih dan sehat, pengenalan makanan bergizi, kebiasaan menjaga kebersihan diri dengan memotong kuku dan sikat gigi, hingga kegiatan kreatif, edukatif, dan kolaboratif yang disesuaikan dengan usia anak.

”Selama MPLS berlangsung, kami menekankan pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, sopan santun, semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan beradaptasi dengan teman, guru, dan lingkungan sekolah,” tuturnya. 

Kepada siswa baru yang tahun ini berjumlah 16 anak -jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya- sekolah juga menanamkan nilai-nilai profil lulusan melalui berbagai pembiasaan positif. ”Sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab,” imbuh Sisniawati. 

Menurutnya, kegiatan adaptasi sekolah memiliki tujuan agar murid merasa senang, aman, dan siap belajar. Harapannya, setelah mengikuti MPLS, anak-anak memiliki rasa percaya diri, berani bertanya, aktif dalam pembelajaran, serta mampu bekerja sama dengan teman, menghormati guru, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. ”Dengan demikian, mereka dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal dan meraih prestasi sesuai potensi masing-masing,” jelasnya. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Lamongan
mpls mojokerto mpls ramah sdn kwatu dinas pendidikan kabupaten mojokerto