MENOLAK perpeloncoan dan mengedepankan pendidikan karakter, SMPN 1 Trowulan resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 selama lima hari.
Mengusung tema MPLS Ramah dan merujuk sembilan materi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekolah ingin memastikan siswa baru merasa aman, nyaman, dan siap belajar sejak hari pertama.
Rangkaian kegiatan MPLS dibuka dengan pengenalan gerakan 7 KAIH atau Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Siswa juga mengikuti materi budaya sekolah aman dan nyaman, ice breaking MPLS Ramah, serta jeda ceria untuk membangun keakraban.
Selain itu, ada Buku Aktivitas Kreatif Bersama: cintai keragaman, pemutaran album lagu 7 KAIH, dan penguatan melalui modul Kepramukaan.
Kepala SMPN 1 Trowulan Hari Widarto menyampaikan, seluruh materi MPLS tahun ini dirancang agar siswa baru memiliki fondasi karakter yang kuat sejak awal.
”MPLS Ramah 2026 di SMPN 1 Trowulan kami fokuskan pada penguatan karakter melalui gerakan 7 KAIH. Ini bekal penting untuk membentuk generasi yang sehat dan berkarakter,” ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari perundungan dan kecanduan gawai. Melalui materi budaya sekolah aman dan nyaman serta literasi digital, pihaknya ingin siswa memahami batasan dalam menggunakan teknologi.
”Kami juga ajarkan mereka untuk saling menghargai perbedaan melalui Buku Aktivitas Cintai Keragaman. Sekolah harus jadi rumah kedua yang aman dan menyenangkan,” tambahnya.
Selama kegiatan MPLS, orang tua juga dilibatkan melalui materi Buku Kiat Jitu untuk Orang Tua dan Guru melalui Buku Kiat Jitu untuk Guru. Tujuannya, agar sinergi sekolah dan rumah berjalan untuk menguatkan karakter siswa.
”Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dengan panduan untuk guru dan orang tua, harapan kami nilai-nilai 7 KAIH dan budaya positif ini bisa diterapkan juga di rumah. Kolaborasi inilah yang akan melahirkan siswa SMPN 1 Trowulan yang cerdas, sehat, dan berakhlak,” tandas Hari.
Kegiatan MPLS ditutup dengan refleksi bersama dan komitmen seluruh warga sekolah untuk menjalankan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) dan 7 KAIH sepanjang tahun ajaran. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto