SEBANYAK 128 siswa baru kelas VII SMPN 2 Trawas menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. Kegiatan edukatif yang dilaksanakan dari 13 hingga 17 Juli ini digelar dengan melibatkan kolaborasi peran guru, pengurus OSIS, hingga aparat kepolisian sebagai pemateri. Andil berbagai pihak tersebut ditujukan agar program masa orientasi sekolah berlangsung lancar, interaktif, dan optimal.
Kepala SMPN 2 Trawas Sri Winarni menuturkan, pelaksanaan masa orientasi tahun ini mengusung tema Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah, yang merujuk pedoman besar MPLS Ramah 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Format kegiatan kali ini dirancang jauh berbeda dan lebih komprehensif dibanding MPLS tahun sebelumnya. Rangkaian kegiatan di antaranya diisi dengan asesmen siswa. Seperti layanan cek kesehatan gratis, asesmen literasi numerasi, hingga tes fleksibilitas fisik pada siswa.
Serangkaian inovasi program ini dirancang agar peserta didik baru lebih memahami tujuan utama mereka bersekolah. ”Kami berharap anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi, serta senantiasa sehat secara jasmani maupun rohani,” ungkapnya.
Ia menambahkan, para siswa turut ditekankan untuk selalu menghargai orang tua, menghormati guru dan teman, serta mencintai lingkungan sekitarnya. Selama menjalani MPLS dalam sepekan ini, seluruh peserta sekaligus dicetak menjadi Generasi Bercahaya sebagai wujud visi besar sekolah. ”Generasi Bercahaya ini mencakup karakter beriman, cinta alam, berketahanan pangan, dan berbudaya yang wajib tertanam pada diri setiap siswa,” tutur Winarni.
Lebih lanjut, karakter anak beriman dimaknai sebagai pelajar yang memiliki arah hidup, sedangkan anak cinta alam merupakan wujud pribadi yang bertanggung jawab. Penanaman karakter tersebut terus berlanjut pada poin anak berketahanan pangan yang mendidik setiap siswa agar tumbuh menjadi individu mandiri. Sementara itu, kriteria anak berbudaya menuntut seluruh peserta didik baru untuk senantiasa memiliki jati diri yang kuat di tengah masyarakat.
Keempat pilar utama ini, kata Winarni, menjadi nilai penting yang ditularkan pada siswa selama MPLS berlangsung. Keterlibatan kepolisian sebagai narasumber pencegahan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) sekaligus sebagai langkah efektif dalam proses adaptasi dan bekal bagi ratusan siswa baru untuk disiplin sejak dini. ”Semoga rangkaian kegiatan ini benar-benar mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman, dan berhasil mencetak generasi muda yang utuh,” pungkas Winarni. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto