Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Engineers in Action 2026: Kolaborasi Mahasiswa ITS dan NTUST Taiwan, Sulap Desa Kemiri Menjadi Laboratorium Inovasi Berkelanjutan

Khudori Aliandu • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:41 WIB
ENERGI: Komitmen ITS menghadirkan solusi teknologi berdampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program EIA 2026, di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Selasa (4/7).
ENERGI: Komitmen ITS menghadirkan solusi teknologi berdampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program EIA 2026, di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Selasa (4/7).

KABUPATEN - Komitmen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan solusi teknologi berdampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program Engineers in Action (EIA) 2026. Digelar Departemen Teknik Kimia ITS pada 25 Juni-8 Juli 2026 di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, program pengabdian masyarakat bertaraf internasional ini menghadirkan kolaborasi antara mahasiswa ITS dan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan untuk mengembangkan berbagai inovasi teknologi tepat guna yang mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Koordinator EIA 2026 Prof Dr Eng Kusdianto, ST, M.Sc, Eng, menjelaskan, seluruh program yang dijalankan disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama masyarakat Desa Kemiri. ’’Kami ingin memastikan setiap solusi yang dihadirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, seluruh program dirancang secara partisipatif agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,’’ ungkapnya, kemarin (14/7).

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada LPDP melalui WCU Equity Program Global Community Outreach 2026, Prof Wang dan tim EIA dari NTUST, serta Departemen Teknik Kimia ITS. 

’’Berdasarkan analisa kebutuhan masyarakat, tim EIA 2026 melaksanakan enam program utama. Mencakup pengelolaan sumber daya air, pengembangan infrastruktur, revitalisasi pertanian, peningkatan literasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga edukasi lingkungan,’’ tegasnya.

Menurutnya, salah satu inovasi unggulan yang berhasil diwujudkan ada pembangunan sistem aquaponik yang mengintegrasikan budi daya ikan dan hidroponik. Termasuk pemasangan panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan. 

’’Pengembangan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai penerapan teknologi pertanian modern yang berkelanjutan,’’ urainya.

Selain itu, program utama lainnya ada rainwater harvesting system. Yakni sistem pemanenan air hujan yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan air di masa depan. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air masyarakat. Sekaligus mendukung konservasi sumber daya air secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau.

Di bidang infrastruktur, tim EIA membangun public sports facilities di kawasan Dusun Nono sebagai ruang olahraga. Sekaligus tempat interaksi sosial masyarakat. Selain itu, pemasangan road sign pada sejumlah titik rawan kecelakaan. 

Itu untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan melalui pengingat agar pengendara mengurangi kecepatan dan lebih waspada saat melintasi kawasan desa. ’’Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, EIA 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat,’’ tegasnya.

INOVATIF: Sistem aquaponik yang mengintegrasikan budi daya ikan dan hidroponik menjadi salah satu inovasi unggulan program program EIA 2026 ITS, di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Selasa (14/7).
INOVATIF: Sistem aquaponik yang mengintegrasikan budi daya ikan dan hidroponik menjadi salah satu inovasi unggulan program program EIA 2026 ITS, di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Selasa (14/7).

 

Para petani memperoleh pelatihan pengoperasian alat pengering padi untuk meningkatkan kualitas hasil panen. Sementara ibu rumah tangga mengikuti pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah sebagai produk bernilai ekonomi. 

Sekaligus mendukung pengelolaan limbah rumah tangga. Di sisi lain, siswa sekolah dasar diajak mengenal konsep 3R (reduce, reuse, recycle) melalui permainan edukatif dan praktik kreatif yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Sebagai bentuk dukungan peningkatan kualitas pendidikan, tim EIA juga merevitalisasi bangunan sekolah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi Reading Corner yang nyaman. Dilengkapi koleksi buku hasil donasi. ’’Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya membaca sekaligus menjadi ruang belajar yang inspiratif bagi para siswa,’’ bebernya.

Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa ITS, mahasiswa NTUST, serta masyarakat Desa Kemiri yang berpartisipasi aktif sejak tahap perencanaan hingga implementasi program. ’’Kolaborasi lintas negara ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya, tetapi juga memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menerapkan solusi rekayasa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat,’’ jelasnya.

Sehingga melalui berbagai inovasi tersebut, EIA 2026 turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 4 (Quality Education), melalui pengembangan Reading Corner dan edukasi lingkungan. SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pembangunan Rainwater Harvesting System. SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), melalui pembangunan fasilitas publik dan peningkatan keselamatan jalan. 

Lalu, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan minyak jelantah dan edukasi pengelolaan sampah. Kolaborasi antara ITS, NTUST, dan masyarakat Desa Kemiri ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, mitra internasional, dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan lokal, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan desa. ’’Melalui EIA 2026, ITS kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat,’’ pungkasnya. (ori/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
Institut Sepuluh November kkn ITS teknik kimia ITS