”Memimpin dengan hati adalah perjalanan tanpa akhir. Prestasi hari ini adalah bonus dari kerja keras dan keikhlasan kita bersama. Tugas kita adalah memastikan bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini.”
Sutoyo, S.Pd, M.Pd
Kepala SMAN 1 Puri Mojokerto
DI dunia pendidikan, kepemimpinan bukan sekadar tentang memberikan perintah atau menegakkan regulasi yang kaku. Kepemimpinan adalah seni menyentuh hati, menginspirasi, dan menggerakkan seluruh komponen sekolah untuk mencapai potensi terbaiknya. Prinsip humanis inilah yang dipegang teguh Sutoyo, S.Pd, M.Pd, saat dilantik sebagai Kepala SMAN 1 Puri.
Sejak menakhodai sekolah yang akrab dengan julukan Castle ini, Sutoyo membawa warna baru yang segar. Pendekatannya yang mengutamakan ketulusan, keterbukaan, dan empati, atau yang ia sebut sebagai ”Memimpin dengan Hati” terbukti sukses mengubah atmosfer sekolah menjadi lingkungan belajar yang lebih sejuk dan sarat akan prestasi.
Bagi Sutoyo, seorang pemimpin harus mampu memosisikan diri sebagai orang tua, sahabat, sekaligus mentor bagi guru dan para siswa. Ia percaya bahwa ketika ekosistem sekolah merasa dihargai dan disayangi, motivasi internal untuk memberikan yang terbaik akan muncul secara alami.
Pendekatan ini bukan sekadar pemanis kata. Sutoyo dikenal sebagai sosok yang rajin menyapa siswa dan guru serta membuka pintu ruangannya lebar-lebar untuk berdiskusi dengan para guru dan siswa, serta aktif mendengarkan aspirasi dari komite sekolah dan wali murid.
Di bawah kepemimpinannya, SMAN 1 Puri tidak hanya fokus pada nilai akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter (character building) yang berbasis religius dan berbudaya lingkungan. Prinsip ini terbukti berbanding lurus dengan hasil nyata. SMAN 1 Puri Mojokerto kian kokoh berdiri sebagai salah satu sekolah papan atas di Jawa Timur dengan beragam torehan prestasi yang membanggakan.
Sutoyo juga menyadari bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin kompleks. Namun, dengan modal kebersamaan dan fondasi kasih sayang yang telah terbangun kuat di SMAN 1 Puri, ia optimistis sekolah ini akan terus melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bermoral. ”Memimpin dengan hati adalah perjalanan tanpa akhir. Prestasi hari ini adalah bonus dari kerja keras dan keikhlasan kita bersama. Tugas kita adalah memastikan bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini,” pungkasnya. (nto/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto