Fokuskan pada Sinkronisasi Kegiatan Belajar
MOJOKERTO RAYA - Selain meningkatkan kompetensi, satuan pendidikan mulai susun perencanaan program pendidikan daerah jelang dimulainya tahun ajaran baru. Dengan penguatan kompetensi selama libur semester, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto mengimbau sekolah untuk menyusun Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati mengatakan, penyusunan kalender akademik pendidikan masuk dalam rancangan kegiatan pemanfaatan dan penguatan kompetensi guru selama libur semester. Melalui agenda tersebut, pihaknya meminta sekolah menyiapkan pedoman akademik yang akan menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran selama satu tahun penuh.
’’Penyusunan ini sebagai langkah strategis untuk memastikan proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan berjalan terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,’’ katanya.
Penyusunan kalender pendidikan, lanjutnya, harus dilakukan secara cermat dan terukur. Itu agar seluruh agenda akademik dapat berjalan sesuai target. ’’Kalender pendidikan ini menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah,’’ terangnya.
Menurutnya, kalender pendidikan tak hanya berfungsi sebagai penentu jadwal masuk dan libur sekolah. Melainkan juga, menjadi instrumen penting dalam mengatur keseluruhan aktivitas pendidikan. ’’Sehingga kita minta penyusunan masing-masing sekolah harus memperhatikan efektivitas waktu belajar, kebutuhan peserta didik, serta kesiapan seluruh satuan pendidikan,’’ beber Pinky.
Di sisi lain, ia menegaskan titik berat penyusunan kalender akademik pada sinkronisasi berbagai agenda akademik agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Setiap tahapan dirancang dengan mempertimbangkan jumlah hari efektif belajar, jadwal evaluasi pembelajaran, kegiatan kurikuler, serta program ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter siswa.
Melalui perencanaan yang matang, pihaknya berharap seluruh sekolah dapat memiliki panduan yang jelas dalam menyusun program kerja tahunan. Dengan demikian, kegiatan pendidikan dapat berjalan lebih sistematis dan memberikan hasil yang optimal bagi peserta didik.
’’Penyusunan kalender pendidikan juga dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai regulasi yang berlaku di sektor pendidikan. Langkah ini bertujuan agar seluruh kebijakan yang diterapkan tetap selaras dengan ketentuan pemerintah serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan di tingkat daerah,’’ tandasnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim meminta para guru memanfaatkan masa libur sekolah untuk memperkuat kompetensi dan menyiapkan berbagai inovasi pembelajaran jelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Selama momentum libur sekolah, justru dijadikan ajang para pendidik melakukan pengisian energi yang produktif.
Sesuai instruksi dari Dindik Jawa Timur, guru wajib menggunakan waktu libur untuk meningkatkan kompetensi dan berinovasi. Dimana, pada 22 Juni-12 Juli ini, para guru wajib menggunakan waktu libur untuk meningkatkan kompetensi dan berinovasi. ’’Murid berlibur untuk mengisi energi, sedangkan guru memanfaatkan waktu untuk memperkuat kompetensi,’’ katanya.
Pihaknya telah menyiapkan dan menyarankan serangkaian agenda wajib bagi guru selama masa transisi ini. Di antaranya, melakukan pemetaan kemampuan siswa melalui tes diagnostik, penyusunan program adaptasi siswa baru, hingga penguatan program literasi sekolah. Tak hanya itu, ia juga mewajibkan guru melakukan refleksi pembelajaran untuk mengevaluasi metode yang digunakan selama satu tahun terakhir. ’’Hasil refleksi tersebut nantinya harus dituangkan dalam rencana perbaikan pembelajaran yang lebih konkret untuk tahun ajaran baru,’’ urai Pinky. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah